Dengan
alat bantu kalkulator saku, kita bisa menghitung kapan terjadinya gerhana bulan
atau gerhana matahari. Tetapi tentu saja tidak dengan ketelitian tinggi. Dalam
tulisan bab ini, anda akan diperkenalkan cara menghitung kapan terjadinya
gerhana. Perhitungan di sini tidak dimaksudkan untuk kepentingan ilmiah
(karena akurasinya tidak memadai untuk itu), tetapi bisa untuk kegunaan
penelusuran historis atau untuk mengetahui kapan akan terjadi gerhana yang akan
datang. Bab ini disusun terutama berdasarkan referensi.
1.
Gerhana Matahari
Langkah-langkah menghitung kapan terjadinya gerhana matahari:
a.
Tentukan sebuah tanggal. Gerhana yang kita cari akan berpandukan tanggal ini.
Hitung harga k untuk tanggal tersebut, dan tentukan harga k untuk tanggal calon
gerhana.
k = (tahun-2000) * 12,3685
Rumus
untuk mencari k di atas adalah rumus pendekatan. 'Tahun' yang digunakan
dalam rumus di atas adalah tanggal yang dinyatakan dalam tahun. Jadi misalnya
tanggalnya adalah 1 Juli 2000, maka 'tahun' di atas diisi dengan 2000,5
Untuk
gerhana matahari, k haruslah bilangan bulat (yang menunjukkan saat bulan baru).
Untuk gerhana bulan, k harus bilangan bulat ditambah 0,5 (yang menunjukkan saat
bulan purnama). Jadi calon gerhana berikutnya (setelah
tanggal yang dipilih), memiliki harga k berupa bilangan bulat terdekat yang
lebih besar dari harga k untuk tanggal pedoman kita.
Calon gerhana sebelumnya memiliki harga k berupa bilangan
bulat terdekat yang lebih kecil dari harga k untuk tanggal
pedoman kita.
b.
Hitung: JDE (Julian Day Ephemeris), M, M', F, dan
W
T = k/1236,85
JDE = 2.451.550,09765
+ 29,530588853*k
+ 0,0001337*T2
- 0,000000150*T3
+ 0,00000000073*T4
JDE
adalah waktu terjadinya gerhana (yang ingin dicari) dinyatakan dalam
julian day, dimana
waktunya dinyatakan dalam waktu efemeris (ET) atau waktu dinamik (DT).
(Untuk menghitung julian day, anda bisa menggunakan
script yang tersedia.)
M = + 2,5534
+ 29,10535669*k
- 0,0000218*T2
- 0,00000011*T3
M
adalah anomali menengah Matahari.
M' = + 201,5643
+ 385,81693528*k
+ 0,0107438*T2
+ 0,00001239*T3
- 0,000000058*T4
M'
adalah
anomali menengah Bulan
F = + 160,7108
+ 390,67050274*k
- 0,0016341*T2
- 0,00000227*T3
+ 0,000000011*T4
F
adalah
argument latitud dari Bulan
W = +
124,7746
- 1,56375580*k
+ 0,0020691*T2
+ 0,00000215*T3
W
adalah longitud dari ascending node (titik tanjak naik) orbit Bulan
Jika
nilai mutlak dari selisih F dengan kelipatan 180 terdekat:
-
lebih dari 21°, maka tidak akan terjadi gerhana, dan perhitungan tidak perlu
dilanjutkan.
-
kurang dari 13,9°, maka dipastikan akan terjadi gerhana.
-
kurang dari 21° dan lebih dari 13,9°, maka harus diuji lebih lanjut (lihat
bagian akhir pada langkan di bawah).
Jika
harga F berada di sekitar 0° atau 360°, maka gerhana terjadi disekitar titik
tanjak naik (ascending node) Bulan. Sedangkan jika harga F berada di
sekita 180°, berarti disekitar titik tanjak turun (decending node)
c.
Jika terjadi gerhana, hitung: P, Q, g, dan u
E = 1 - 0,002516*T - 0,0000074*T2
F1 = F - 0,02665*sin(W)
A1 = 299,77 + 0,107408*k - 0,009173*T2
P = + 0,2070*E*sin(M)
+ 0,0024*E*sin(2*M)
- 0,0392*sin(M')
+ 0,0116*sin(2*M')
- 0,0073*E*sin(M'+M)
+ 0,0067*E*sin(M'-M)
+ 0,0118*sin(2*F1)
Q = + 5,2207
- 0,0048*E*cos(M)
+ 0,0020*E*cos(2*M)
- 0,3299*cos(M')
- 0,0060*E*cos(M'+M)
+ 0,0041*E*cos(M'-M)
W = |cos(F1)|
g =
(P*cos(F1) + Q*sin(F1))*(1-0,0048*W)
u = + 0,0059
+ 0,0046*E*cos(M)
- 0,0182*cos(M')
+ 0,0004*cos(2*M')
- 0,0005*cos(M+M')
u+0,5461 adalah radius penumbral Bulan pada bidang fundamental (fundamental
plane), yaitu bidang yang melalui titik pusat Bumi dan tegak lurus dengan
garis sumbu bayangan Bulan.
Jika
harga g > 0, maka gerhana dapat diamati dari belahan
Bumi utara, jika g < 0, maka gerhana dapat diamati
dari belahan Bumi selatan.
Jika
harga nilai absolut
g:
-
kurang dari +0,9972 maka gerhananya adalah gerhana sentral
-
jika u<0 maka gerhananya adalah gerhana total
-
jika u>0,0047 maka gerhananya adalah gerhana cincin
-
jika u antara 0 dan 0,0047 maka:
hitung w = 0,00464(1-g2)1/2
> 0. Jika u<w, maka gerhananya adalah gerhana
cincin-total. Jika tidak maka gerhananya adalah cincin
-
antara 0,9972 dan (1,5433+u) maka gerhananya tidak sentral
-
lebih dari 1,5433+u maka tidak terjadi gerhana
d.
Hitung: waktu puncak gerhana, dan magnitud gerhana
Untuk
menghitung kapan waktu puncak gerhana, hitung koreksi terhadap JDE sbb:
Koreksi_JDE = - 0,4075* sin(M')
+
0,1721*E*sin(M)
+
0,0161* sin(2*M')
-
0,0097* sin(2*F1)
+
0,0073*E*sin(M'-M)
-
0,0050*E*sin(M'+M)
-
0,0023* sin(M'-2*F1)
+
0,0021*E*sin(2*M)
+
0,0012* sin(M'+2*F1)
+
0,0006*E*sin(2*M'+M)
-
0,0004* sin(3*M')
-
0,0003*E*sin(M+2*F1)
+
0,0003* sin(A1)
-
0,0002*E*sin(M-2*F1)
-
0,0002*E*sin(2*M'-M)
-
0,0002* sin(Omega)
maka
waktu puncak gerhana adalah:
Puncak_gerhana = JDE + Koreksi_JDE
Waktu
puncak gerhana yang diperoleh di atas, adalah dalam TDT (Terrestrial
Dynamical Time). Untuk menyatakan dalam UT:
UT = TD - DT
Data
DT diperoleh dari pengamatan. Untuk memperoleh harga
DT buat prediksi gerhana yang akan datang, dilakukan dengan
mengekstrapolasi data-data yang ada. Lebih lanjut tentang DT
dapat dibaca misalnya di website Fred Espenak's Eclipse Home Page (http://sunearth.gsfc.nasa.gov/eclipse/),
lihat bagian:
http://sunearth.gsfc.nasa.gov/eclipse/SEhelp/deltaT.html.
Magnitud gerhana dihitung dengan rumus:
Magnitud_gerhana = (1,5433 + u - |g|)
/ (0,5461 + 2*u)
Magnitud gerhana adalah fraksi diameter Matahari yang tertutup pada saat
maksimum gerhana. Jika gerhana total, magnitud gerhana akan lebih besar atau
sama dengan 1,0. Jika magnitud gerhana kurang dari 1,0 maka gerhana tersebut
adalah gerhana sebagian atau gerhana cincin.
Untuk
kasus gerhana matahari sebagian, magnitud gerhana yang dihitung dengan rumus di
atas adalah magnitud gerhana yang diamati dari lokasi yang paling dekat dengan
sumbu bayangan bulan.
2.
Gerhana Bulan
Langkah-langkah menghitung kapan terjadinya gerhana bulan:
a.
Tentukan sebuah tanggal. Gerhana yang kita cari akan berpandukan tanggal ini.
Hitung harga k untuk tanggal tersebut, dan tentukan harga k untuk tanggal calon
gerhana.
k = (tahun-2000) * 12,3685
Tentang k ini, lihat pada bagian Gerhana Matahari di atas.
Untuk
gerhana bulan, k adalah bilangan bulat ditambah 0,5 (yang menunjukkan saat
bulan purnama). Jadi calon gerhana berikutnya (setelah
tanggal yang dipilih), memiliki harga k berupa bilangan_bulat_ditambah_0,5
terdekat yang lebih besar dari harga k untuk tanggal pedoman kita.
Calon gerhana sebelumnya memiliki harga k berupa
bilangan_bulat_ditambah_0,5 terdekat yang lebih kecil dari harga
k untuk tanggal pedoman kita.
b.
Hitung: JDE (Julian Day Ephemeris), M, M', F, dan
W (sama seperti untuk gerhana matahari)
T = k/1236,85
JDE = 2.451.550,09765
+ 29,530588853*k
+ 0,0001337*T2
- 0,000000150*T3
+ 0,00000000073*T4
M = + 2,5534
+ 29,10535669*k
- 0,0000218*T2
- 0,00000011*T3
M' = + 201,5643
+ 385,81693528*k
+ 0,0107438*T2
+ 0,00001239*T3
- 0,000000058*T4
F = + 160,7108
+ 390,67050274*k
- 0,0016341*T2
- 0,00000227*T3
+ 0,000000011*T4
W = +
124,7746
- 1,56375580*k
+ 0,0020691*T2
+0,00000215*T3
Jika
nilai mutlak dari selisih F dengan kelipatan 180 terdekat:
-
lebih dari 21°, maka tidak akan terjadi gerhana, dan perhitungan tidak perlu
dilanjutkan.
-
kurang dari 13,9°, maka dipastikan akan terjadi gerhana.
-
kurang dari 21° dan lebih dari 13,9°, maka harus diuji lebih lanjut.
c.
Jika terjadi gerhana, hitung: P, Q, g, dan u (sama
seperti untuk gerhana matahari)
E = 1 - 0,002516*T - 0,0000074*T2
F1 = F - 0,02665*sin(W)
A1 = 299,77 + 0,107408*k - 0,009173*T2
P = + 0,2070*E*sin(M)
+ 0,0024*E*sin(2*M)
- 0,0392*sin(M')
+ 0,0116*sin(2*M')
- 0,0073*E*sin(M'+M)
+ 0,0067*E*sin(M'-M)
+ 0,0118*sin(2*F1)
Q = + 5,2207
- 0,0048*E*cos(M)
+ 0,0020*E*cos(2*M)
- 0,3299*cos(M')
- 0,0060*E*cos(M'+M)
+ 0,0041*E*cos(M'-M)
W = |cos(F1)|
g =
(P*cos(F1) + Q*sin(F1))*(1-0,0048*W)
u = + 0,0059
+ 0,0046*E*cos(M)
- 0,0182*cos(M')
+ 0,0004*cos(2*M')
- 0,0005*cos(M+M')
Jika
harga nilai absolut
g:
-
kurang dari +0,9972 maka gerhananya adalah gerhana sentral
-
jika u<0 maka gerhananya adalah gerhana total
-
jika u>0,0047 maka gerhananya adalah gerhana cincin
-
jika u antara 0 dan 0,0047 maka:
hitung w = 0,00464(1-g2)1/2
> 0. Jika u<w, maka gerhananya adalah gerhana
cincin-total. Jika tidak maka gerhananya adalah cincin
-
antara 0,9972 dan (1,5433+u) maka gerhananya tidak sentral
-
lebih dari 1,5433+u maka tidak terjadi gerhana
d.
Hitung: waktu puncak gerhana, dan magnitud gerhana
Untuk
menghitung kapan waktu puncak gerhana, hitung koreksi terhadap JDE sbb:
Koreksi_JDE = - 0,4065* sin(M')
+
0,1727*E*sin(M)
+
0,0161* sin(2*M')
-
0,0097* sin(2*F1)
+
0,0073*E*sin(M'-M)
-
0,0050*E*sin(M'+M)
-
0,0023* sin(M'-2*F1)
+
0,0021*E*sin(2*M)
+
0,0012* sin(M'+2*F1)
+
0,0006*E*sin(2*M'+M)
-
0,0004* sin(3*M')
-
0,0003*E*sin(M+2*F1)
+
0,0003* sin(A1)
-
0,0002*E*sin(M-2*F1)
-
0,0002*E*sin(2*M'-M)
-
0,0002* sin(Omega)
maka
waktu puncak gerhana adalah:
Puncak_gerhana = JDE + Koreksi_JDE
Sama
seperti dalam perhitungan gerhana matahari di atas, waktu puncak gerhana yang
diperoleh adalah dalam TDT (Terrestrial Dynamical Time). Untuk
menyatakan dalam UT:
UT = TD - DT
Rumus
koreksi JDE untuk gerhana bulan di atas sedikit berbeda dengan untuk gerhana
matahari (Subbab 1). Perbedaannya terletak pada koefisien pertama dan kedua.
Untuk gerhana matahari: -0,4075 dan +0,1721, sedangkan untuk gerhana bulan:
-0,4065 dan 0,1727.
Data
DT diperoleh dari pengamatan. (Silakan melihat misalnya di website
Fred Espenak's Eclipse Home Page:
http://sunearth.gsfc.nasa.gov/eclipse/.)
Magnitud gerhana dihitung dengan rumus:
-
Untuk gerhana penumbral:
Magnitud_gerhana = (1,5573 + u - |g|)
/ (0,5450)
-
Untuk gerhana umbral
Magnitud_gerhana = (1,0128 - u - |g|)
/ (0,5450)
Bila
harga magnitud (umbral atau penumbral) kurang dari 0 (dengan kata lain: negatif),
berarti tidak terjadi gerhana ybs.
e.
hitung: waktu-waktu kontak dengan umbra dan penumbra
P = 1,0128 - u
T = 0,4678 - u
n = 0,5358 + 0,0400 cos (M')
H = 1,5573 + u
Semi_durasi_fase_parsial = 60/n * (|P2
-
g2|)0,5
Semi_durasi_fase_total = 60/n * (|T2 -
g2|)0,5
Semi_durasi_fase_parsial_di_penumbra = 60/n * (|H2
- g2|)0,5
Semi
durasi yang dihitung di atas adalah dalam satuan menit.
Maka:
-
Kontak 1 penumbra (P1) = Puncak_gerhana -
Semi_durasi_fase_parsial_di_penumbra
-
Kontak 1 umbra (U1) = Puncak_gerhana - Semi_durasi_fase_parsial
-
Kontak 2 umbra (U2) = Puncak_gerhana - Semi_durasi_fase_total
Ini adalah saat dimulainya fase gerhana total
-
Kontak 3 umbra (U3) = Puncak_gerhana + Semi_durasi_fase_total
Ini adalah saat berakhirnya fase gerhana total
-
Kontak 4 umbra (U4) = Puncak_gerhana + Semi_durasi_fase_parsial
-
Kontak 4 penumbra (P4) = Puncak_gerhana +
Semi_durasi_fase_parsial_di_penumbra
3.
Contoh Kalkulasi
1. Tentukan kapan gerhana
matahari pertama pada milenium ke-3!
Milenium ke-3 dimulai tanggal 1 Januari 2001. Ini adalah tanggal panduan kita.
Harga k untuk tanggal 1 Januari 2001 ini adalah: k = 12,37. Maka gerhana
matahari berikutnya adalah gerhana matahari yang terjadi pada
tanggal yang berasosiasi dengan harga k > 12 dan berupa bilangan bulat.
Untuk k = 13, 14, 15, 16, dan 17, tidak terjadi gerhana. (Mengapa?)
Untuk k = 18, terjadi gerhana matahari, dengan hasil perhitungan sbb:
-
k
= 18
-
JDE = 2452081,6482
-
M
= 166,4498
-
M' = 306,2691
-
W =
96,6270
-
F
= 352,7798
-
F1 = 352,7534
-
nilai mutlak selisih F dengan kelipatan 180 yang terdekat = 7,2202,
dipastikan ada gerhana
-
g =
-0,5698
-
u
= -0,0093
-
tipe gerhana: gerhana total (sentral)
-
Puncak gerhana: 21 Juni 2001 jam 12:05:22 TD
-
Magnitud = 1,8276
Data gerhana matahari dari website gerhana Fred Espenak (NASA)
memberikan puncak gerhana: 21 Juni 2001 jam 12:04 UT
2. Tentukan kapan gerhana bulan
terakhir abad ke-19!
Akhir abad ke-19 adalah 31 Desember 1900. Ini adalah tanggal panduan kita.
Harga k untuk tanggal ini: -1224,5238. Tanggal gerhana terakhir yang terjadi
pada abad ke-19 akan memiliki harga k (bilangan bulat ditambah 0,5) kurang
dari harga k = -1224,5238.
Sebagai iterasi pertama, ambil k = -1225,5. Kalkulasi memberikan:
-
k
= -1225,5
-
JDE = 2415360,3611
-
M
= 333,9388
-
M' = 62,9207
-
W =
241,1594
-
F
= 194,0081
-
F1 = 194,0314
-
nilai mutlak selisih F dengan kelipatan 180 yang terdekat = 14,0081,
kemungkinan ada gerhana
-
g =
-1,1149
-
u
= 0,0011
-
tipe gerhana: gerhana penumbral
-
Puncak gerhana: 6 Desember 1900 jam 10:26:24 TD
-
Magnitud Penumbral = 0,8139
Magnitud Umbral = -0,1892. Karena magnitud umbral berharga negatif, maka
gerhana bulannya tidak gerhana umbral. Dengan kata lain, gerhana bulannya
adalah gerhana penumbral.
Data gerhana matahari dari
website gerhana Fred
Espenak (NASA) memberikan:
-
Puncak gerhana: 6 Desember 1900 10:26 UT.
-
Magnitud Penumbral = 0,844
Magnitud Umbral = -0,180
Hitung waktu-waktu kontaknya dan bandingkan dengan data yang ada.
3.
Buatlah daftar hasil kalkulasi gerhana bulan dan gerhana matahari yang terjadi
pada abad ke-21! (Lihat
hasil kalkulasinya)
Anda bisa men-download contoh
implementasi dalam bahasa
pemrograman Pascal dan contoh
hasil kompilasinya (dalam bentuk aplikasi win console yang berjalan di
Windows 95 ke atas). Juga tersedia
contoh
aplikasi untuk menghitung gerhana.
*) Ferry M. Simatupang, adalah Alumnus dan Sstaf
Pengajar di Dept. Astronomi ITB Bandung
Daftar Pustaka
-
Fred Espenak's Eclipse Home Page,
http://sunearth.gsfc.nasa.gov/eclipse/
-
Fifty Year Canon of Solar Eclipses: 1986-2035, Espenak, Fred, Goddard Space
Flight Center, 1987
-
Fifty Year Canon of Lunar Eclipses: 1986-2035, Espenak, Fred, Goddard Space
Flight Center, 1987
-
Astronomical Algorithms, Jean Meeus,
Willmann-Bell, Inc., 1991
-
Nick Strobel's Astronomy Notes,
http://www.astronomynotes.com/