|

Artikel :
MENGHITUNG GERHANA MATAHARI
Ferry M Simatupang - Dept. Astronomi ITB
Bandung
Dengan alat bantu kalkulator saku, kita
bisa menghitung kapan terjadinya gerhana bulan atau gerhana matahari. Tetapi
tentu saja tidak dengan ketelitian tinggi. Dalam tulisan bab ini, anda akan
diperkenalkan cara menghitung kapan terjadinya gerhana. Perhitungan di sini
tidak dimaksudkan untuk kepentingan ilmiah (karena akurasinya tidak memadai
untuk itu), tetapi bisa untuk kegunaan penelusuran historis atau untuk
mengetahui kapan akan terjadi gerhana yang akan datang. Bab ini disusun terutama
berdasarkan referensi [4].
Langkah-langkah menghitung kapan
terjadinya gerhana matahari:
a. Tentukan sebuah tanggal. Gerhana
yang kita cari akan berpandukan tanggal ini. Hitung harga k
untuk
tanggal tersebut, dan tentukan harga k untuk tanggal calon gerhana.
k = (tahun-2000) *
12,3685
Rumus untuk mencari k di atas adalah
rumus pendekatan. 'Tahun' yang digunakan dalam rumus di atas adalah
tanggal yang dinyatakan dalam tahun. Jadi misalnya tanggalnya adalah 1 Juli
2000, maka 'tahun' di atas diisi dengan 2000,5
Untuk gerhana matahari, k haruslah
bilangan bulat (yang menunjukkan saat bulan baru). Untuk gerhana bulan, k harus
bilangan bulat ditambah 0,5 (yang menunjukkan saat bulan purnama). Jadi
calon gerhana berikutnya (setelah tanggal yang dipilih),
memiliki harga k berupa bilangan bulat terdekat yang lebih besar
dari harga k untuk tanggal pedoman kita. Calon gerhana
sebelumnya memiliki harga k berupa bilangan bulat terdekat yang
lebih kecil dari harga k untuk tanggal pedoman kita.
b. Hitung: JDE (Julian Day
Ephemeris), M, M', F, dan W
T = k/1236,85
JDE = 2.451.550,09765
+ 29,530588853*k
+ 0,0001337*T2
- 0,000000150*T3
+ 0,00000000073*T4
JDE adalah waktu terjadinya gerhana
(yang ingin dicari) dinyatakan dalam
julian day,
dimana waktunya dinyatakan dalam waktu efemeris (ET) atau waktu dinamik (DT).
(Untuk menghitung julian day, anda bisa menggunakan
script yang tersedia.)
M = + 2,5534
+ 29,10535669*k
- 0,0000218*T2
- 0,00000011*T3
M adalah anomali menengah Matahari.
M' = + 201,5643
+ 385,81693528*k
+ 0,0107438*T2
+ 0,00001239*T3
- 0,000000058*T4
M' adalah anomali menengah Bulan
F = + 160,7108
+ 390,67050274*k
- 0,0016341*T2
- 0,00000227*T3
+ 0,000000011*T4
F adalah argument latitud dari Bulan
W
= + 124,7746
- 1,56375580*k
+ 0,0020691*T2
+ 0,00000215*T3
W adalah
longitud dari ascending node (titik tanjak naik) orbit Bulan
Jika nilai mutlak dari selisih F dengan
kelipatan 180 terdekat:
-
lebih dari 21°, maka tidak akan
terjadi gerhana, dan perhitungan tidak perlu dilanjutkan.
-
kurang dari 13,9°, maka dipastikan
akan terjadi gerhana.
-
kurang dari 21° dan lebih dari 13,9°,
maka harus diuji lebih lanjut (lihat bagian akhir pada langkan di bawah).
Jika harga F berada di sekitar 0° atau
360°, maka gerhana terjadi disekitar titik tanjak naik (ascending node)
Bulan. Sedangkan jika harga F berada di sekita 180°, berarti disekitar titik
tanjak turun (decending node)
c. Jika terjadi gerhana, hitung: P,
Q, g, dan u
E = 1 - 0,002516*T -
0,0000074*T2
F1 = F - 0,02665*sin(W)
A1 = 299,77 + 0,107408*k
- 0,009173*T2
P = + 0,2070*E*sin(M)
+ 0,0024*E*sin(2*M)
- 0,0392*sin(M')
+ 0,0116*sin(2*M')
- 0,0073*E*sin(M'+M)
+ 0,0067*E*sin(M'-M)
+ 0,0118*sin(2*F1)
Q = + 5,2207
- 0,0048*E*cos(M)
+ 0,0020*E*cos(2*M)
- 0,3299*cos(M')
- 0,0060*E*cos(M'+M)
+ 0,0041*E*cos(M'-M)
W = |cos(F1)|
g
= (P*cos(F1) + Q*sin(F1))*(1-0,0048*W)
u = + 0,0059
+ 0,0046*E*cos(M)
- 0,0182*cos(M')
+ 0,0004*cos(2*M')
- 0,0005*cos(M+M')
u+0,5461 adalah radius penumbral Bulan
pada bidang fundamental (fundamental plane), yaitu bidang yang
melalui titik pusat Bumi dan tegak lurus dengan garis sumbu bayangan Bulan.
Jika harga g
> 0, maka gerhana dapat diamati dari belahan Bumi utara, jika
g < 0, maka gerhana dapat diamati dari belahan Bumi
selatan.
Jika harga nilai absolut
g:
-
kurang dari +0,9972 maka gerhananya
adalah gerhana sentral
-
jika u<0 maka gerhananya adalah
gerhana total
-
jika u>0,0047 maka gerhananya adalah
gerhana cincin
-
jika u antara 0 dan 0,0047 maka:
hitung w = 0,00464(1-g2)1/2
> 0. Jika u<w, maka gerhananya adalah gerhana
cincin-total. Jika tidak maka gerhananya adalah cincin
-
antara 0,9972 dan (1,5433+u) maka
gerhananya tidak sentral
-
lebih dari 1,5433+u maka tidak terjadi
gerhana
d. Hitung: waktu puncak gerhana, dan
magnitud gerhana
Untuk menghitung kapan waktu puncak
gerhana, hitung koreksi terhadap JDE sbb:
Koreksi_JDE = - 0,4075*
sin(M')
+ 0,1721*E*sin(M)
+ 0,0161* sin(2*M')
- 0,0097* sin(2*F1)
+ 0,0073*E*sin(M'-M)
- 0,0050*E*sin(M'+M)
- 0,0023* sin(M'-2*F1)
+ 0,0021*E*sin(2*M)
+ 0,0012* sin(M'+2*F1)
+ 0,0006*E*sin(2*M'+M)
- 0,0004* sin(3*M')
- 0,0003*E*sin(M+2*F1)
+ 0,0003* sin(A1)
- 0,0002*E*sin(M-2*F1)
- 0,0002*E*sin(2*M'-M)
- 0,0002* sin(Omega)
maka waktu puncak gerhana adalah:
Puncak_gerhana = JDE +
Koreksi_JDE
Waktu puncak gerhana yang diperoleh di
atas, adalah dalam TDT (Terrestrial Dynamical Time). Untuk menyatakan
dalam UT:
UT = TD -
DT
Data DT
diperoleh dari pengamatan. Untuk memperoleh harga DT
buat prediksi gerhana yang akan datang, dilakukan dengan mengekstrapolasi
data-data yang ada. Lebih lanjut tentang DT dapat
dibaca misalnya di website Fred Espenak's Eclipse Home Page (http://sunearth.gsfc.nasa.gov/eclipse/),
lihat bagian:
http://sunearth.gsfc.nasa.gov/eclipse/SEhelp/deltaT.html.
Magnitud gerhana dihitung dengan rumus:
Magnitud_gerhana =
(1,5433 + u - |g|) / (0,5461 + 2*u)
Magnitud gerhana adalah fraksi diameter
Matahari yang tertutup pada saat maksimum gerhana. Jika gerhana total, magnitud
gerhana akan lebih besar atau sama dengan 1,0. Jika magnitud gerhana kurang dari
1,0 maka gerhana tersebut adalah gerhana sebagian atau gerhana cincin.
Untuk kasus gerhana matahari sebagian,
magnitud gerhana yang dihitung dengan rumus di atas adalah magnitud gerhana yang
diamati dari lokasi yang paling dekat dengan sumbu bayangan bulan.
Contoh Kalkulasi
Tentukan kapan gerhana matahari
pertama pada milenium ke-3!
Milenium ke-3 dimulai tanggal 1
Januari 2001. Ini adalah tanggal panduan kita. Harga k untuk tanggal 1 Januari
2001 ini adalah: k = 12,37. Maka gerhana matahari berikutnya
adalah gerhana matahari yang terjadi pada tanggal yang berasosiasi dengan
harga k > 12 dan berupa bilangan bulat.
Untuk k = 13, 14, 15, 16, dan 17,
tidak terjadi gerhana. (Mengapa?)
Untuk k = 18, terjadi gerhana matahari, dengan hasil perhitungan sbb:
-
k = 18
-
JDE = 2452081,6482
-
M = 166,4498
-
M' = 306,2691
-
W =
96,6270
-
F = 352,7798
-
F1 = 352,7534
-
nilai mutlak selisih F dengan
kelipatan 180 yang terdekat = 7,2202, dipastikan ada gerhana
-
g =
-0,5698
-
u = -0,0093
-
tipe gerhana: gerhana total
(sentral)
-
Puncak gerhana: 21 Juni 2001 jam
12:05:22 TD
-
Magnitud = 1,8276
Data gerhana matahari dari website
gerhana Fred Espenak (NASA) memberikan puncak gerhana: 21 Juni 2001 jam 12:04
UT
Tentukan kapan gerhana bulan terakhir
abad ke-19!
Akhir abad ke-19 adalah 31 Desember
1900. Ini adalah tanggal panduan kita. Harga k untuk tanggal ini: -1224,5238.
Tanggal gerhana terakhir yang terjadi pada abad ke-19 akan memiliki harga k
(bilangan bulat ditambah 0,5) kurang dari harga k = -1224,5238.
Sebagai iterasi pertama, ambil k =
-1225,5. Kalkulasi memberikan:
-
k = -1225,5
-
JDE = 2415360,3611
-
M = 333,9388
-
M' = 62,9207
-
W =
241,1594
-
F = 194,0081
-
F1 = 194,0314
-
nilai mutlak selisih F dengan
kelipatan 180 yang terdekat = 14,0081, kemungkinan ada gerhana
-
g =
-1,1149
-
u = 0,0011
-
tipe gerhana: gerhana penumbral
-
Puncak gerhana: 6 Desember 1900 jam
10:26:24 TD
-
Magnitud Penumbral = 0,8139
Magnitud Umbral = -0,1892. Karena magnitud umbral berharga negatif, maka
gerhana bulannya tidak gerhana umbral. Dengan kata lain, gerhana bulannya
adalah gerhana penumbral.
Data gerhana matahari dari
website gerhana Fred
Espenak (NASA) memberikan:
-
Puncak gerhana: 6 Desember 1900
10:26 UT.
-
Magnitud Penumbral = 0,844
Magnitud Umbral = -0,180
Hitung waktu-waktu kontaknya dan
bandingkan dengan data yang ada.
Buatlah daftar hasil kalkulasi
gerhana bulan dan gerhana matahari yang terjadi pada abad ke-21!
(Cocokkan hasilnya
dengan tabel)
Daftar Pustaka
-
Fred Espenak's Eclipse Home Page,
http://sunearth.gsfc.nasa.gov/eclipse/
-
Fifty Year Canon of Solar
Eclipses: 1986-2035, Espenak, Fred, Goddard Space Flight Center, 1987
-
Fifty Year Canon of Lunar
Eclipses: 1986-2035, Espenak, Fred, Goddard Space Flight Center, 1987
-
Astronomical Algorithms,
Jean Meeus, Willmann-Bell, Inc., 1991
-
Nick Strobel's Astronomy Notes,
http://www.astronomynotes.com/
Hak Penyuntingan dan Penyiaran diperbolehkan dengan menyebut Sumber dan
Penulisnya
|