pas cher
  1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Para Tokoh Ilmu Falak

Perkembangan ilmu Falak di dunia Islam dimulai ketika masa kejayaan Daulah Abbasiyah sekitar abad ke-3 Hijriyah, perkembangan ilmu falak mengalami kemajuan yang sangat berarti, yang ditandai dengan proses penerjemahan karya-karya di bidang astronomi ke dalam bahasa Arab. Perkembangan tersebut juga melahirkan sederetan tokoh-tokoh falak dunia.  Pada tahun 773 M, ada seorang pengembara India yang menyerahkan sebuah buku data Astronomi yang berjudul Sindhin (sidhanta) kepada kerajaan Islam di Bagdad. Kemudian oleh khalifah Abu Ja’far al-Manshur (719-775 M) memerintahkan Muhammad Ibnu Ibrahim al-Farizi (796 M) untuk menerjemahkan buku-buku tersebut ke dalam bahasa Arab. Atas usaha inilah al-Fazari dikenal sebagai ahli falak pertama di dunia Islam.
Sementara itu perkembangan ilm Falak di Indonesia ditandai dengan sederetan para ahli Falak dari Sabang sampai Merauke yang banyak memberikan kontribusi hingga kini. Sejarah dimulai sejak adanya penanggalan Hindu dan penanggalan Islam di Indonesia, khususnya di pulau Jawa, serta adanya perpaduan penanggalan tersebut  menjadi penanggalan Jawa-Islam oleh Sultan Agung, sebenarnya bangsa Indonesia sudah mengenal Ilmu Falak. Seiring kembalinya para ulama muda ke Indonesia  dari bermukim di Makkah, ilmu Falak mulai tumbuh dan berkembang di tanah air. Mereka tidak hanya membawa catatan-catatan ilmu tentang tafsir, fikih, hadis, tauhid dan tasawuf, melainkan juga membawa banyak catatan tentang ilmu Falak yang mereka dapatkan sewaktu belajar di sana. Kemudian meraka ajarkan kepada para santrinya di Indonesia. Berikut ini sederetan tokoh-tokoh ilmu falak yang banyak memberikan kontribusi perkembangan ilmu falak baik tokoh dunia maupun tokoh nasional dari Indonesia.

Al Kindi - Tokoh Falak Dunia

Abu Yousouf Yaqub Ibnu Ishaq al-Kindi (800-873M) dan lebih dikenali dengan nama al-Kindi. Dilahirkan di Kufa, Iraq sekitar tahun 800 Masihi. Sumbangan al-Kindi: Beliau telah berjasa mengembangkan ilmu falak pada zaman Khalifah al-Ma’mun, al-Mu’tasim dan al-Mutawakkil, Bani Abbasiyah di Baghdad. Beliau pernah bertugas bersama-sama Al-Khawarizmi dan pernah menjadi guru peribadi anak Khalifah al-Mu’tasim. Al-Kindi juga disenaraikan salah seorang ahli falak yang amat berjasa dalam dunia astronomi.

Read more...

Al Sufi - Tokoh Falak Dunia

Al-Sufi (903-986M) merupakan ahli astronomi Parsi (Iran). Beliau dikenali sebagai Abd ar-Rahman as-Sufi atau Abd al-Rahman Abu al-Hussain atau lebih dikenali sebagai Azophi di Barat. Beliau yang merupakan salah seorang ahli sains Islam dilahirkan pada 7 Disember 903 dan meninggal dunia pada 25 Mei 986. Al-Sufi tinggal di kawasan Emir adud ad-Daula di Isfahan.
Sumbangan al-Sufi
Beliau melakukan tugas menterjemah dan mengembangkan kerja-kerja astronomi Greek, terutama almagest of Ptolemy.Al-Sufi melakukan beberapa sumbangan dalam astronomi pada zaman pertengahan dengan membetulkan senarai bintang Ptolemy dan melakukan anggaran magnitud serta kejelasan yang menyimpang daripada kerja-kerja Ptolemy.

Read more...

Al Zarqali - Tokoh Falak Dunia

Arzachel. Begitulah masyarakat Barat biasa menyebut al-Zarqali, seorang astronom Muslim legendaris dari Andalusia. Kontribusinya bagi pengembangan astronomi modern sungguh sangat besar. Ia tak hanya menciptakan peralatan astronomi berteknologi, namun juga sederet terori penting. Tak heran jika kemudian, masyarakat astronomi modern mengabadikan namanya di salah satu kawah bulan. Ia tercatat sebagai satu dari 24 ilmuwan Muslim yang diakui dunia sains modern. Al-Zarqali merupakan salah satu ilmuwan yang lahir dari era kejayaan Islam di Spanyol Muslim alias Andalusia. Sejatinya, ia bernama lengkap Abu Ishaq Ibrahim Ibnu Yahya al-Zarqali. Di dunia Islam, ia juga dikenal dengan nama al-Zarqalluh atau al-Zarqallah. Dia terlahir di Toledo, Andalusia pada tahun 1029 M. Al-Zarqali tumbuh besar ketika kejayaam peradaban Islam di Andalusia berada di tubir kehancuran.

Read more...

Sa'adoeddien Djambek

Seorang guru serta ahli hisab dan rukyat, putra ulama besar Syekh Muhammad Djamil Djambek (1860-1947 M/1277-1367 H) dari Minangkabau. Ia memperoleh pendidikan formal pertama di HIS (Hollands Inlandsche School) hingga tamat pada tahun 1924 M/1343 H. Kemudian ia melanjutkan studinya ke sekolah pendidikan guru, HIK (Hollands Inlandsche Kweekschool). Setelah tamat dari HIK pada tahun 1927 M/1346 H, ia meneruskannya lagi ke Hogere Kweekschool (HKS), sekolah pendidikan guru atas, di Bandung, Jawa barat, dan memperoleh ijazah pada tahun 1930 M/1349 H. Selama empat tahun (1930-1934 M/1349-1353 H) ia mengabdikan diri sebagai guru Gouvernements Schakelschool di Perbaungan, Palembang.

Read more...

Syekh Thahir Djalaluddin

  Kehadiran Thahir Djalaluddin, menurut Roff, telah menarik perhatian para ulama kaum tua di Semenanjung. Mayoritas para ulama tua ini merasa tersaingi dan terkesan kehadiran ahli falak ini menggerogoti otoritas dan domain keilmuan mereka” (William Roff)
Syekh Thahir Djalaluddin Al-Azhari Al-Falaki (selanjutnya disebut Thahir Djalaluddin) pada waktu kecil memiliki nama Muhammad Thahir. Beliau lahir di nagari Ampek Angkek Canduang, Bukittinggi pada tanggal 7 Desember 1869. Beliau kembali ke Rahmatullah pada tanggal 26 Oktober 1956 di Kuala Kangsar Perak, Malaysia. Secara genetik, Thahir Djalaluddin merupakan keturunan ”darah biru ulama”. Ayahnya bernama Muhammad, yang biasa dipanggil dengan Syekh Cangkiang. Gelar Syekh ini menunjukkan bahwa ayah Thahir Djalaluddin merupakan seorang ulama.

Read more...

Ulugh Begh - Tokoh Falak Dunia

Nama aslinya ialah Mohammad Taragay ibnu Shah Rukh, cucu dari Timurlane (1336-1405), panglima Mongol yang amat terkenal. Ulugh Beg dilahirkan di Soltaniyah, Iran. Beliau memerintah Kerajaan Timurid dari tahun 1447 sampai 1449. Dalam konflik perebutan pemerintahan zamannya beliau telah dibunuh oleh anaknya, Abdul Latif yang kemudian menggantinya memerintah Kerajaan Timurid di Samarkand (Tajikistan).
Ulugh Beg adalah adalah seorang pemerintah, guru, saintis dan ahli astronomi. Pada zaman pemerintahannya beliau telah mendirikan sebuah pusat pengajian ilmu di Samarkand dan mengumpulkan sarjana khasnya di bidang astronomi dan matematik agar belajar dan mengajar di sana. Beliau juga telah mendirikan sebuah observatorium yang diberi nama Zurkhani Zij. Observatorium ini ini menggunakan sebuah sextant raksasa untuk menentukan kedudukan benda-benda langit. Sextant itu diberi nama Sextant Fakhri. Dengan tanpa bantuan alat moden seperti teleskop, Ulugh Beg telah berhasil melakukan pendataan dan menyusun tabel zij (jadual) menerangkan tentang kedudukan 1012 bintang secara tepat. Beliau juga menguasai kaedah-kaedah dan teori geometri dan trigonometri bola. Hasil kerja beliau ditulis dalam bahasa Arab kemudian diterjemahkan dalam bahasa Parsi dan Latin dan menjadi rujukan sampai ke Eropah.

Read more...

00:00:00

HISAB-RUKYAT
Ilmu Falak
────────────
Awal Bulan
────────────
Arah Kiblat
────────────
Waktu Shalat
────────────
Gerhana
────────────
 
KATEGORI
Buku Falak
────────────
Tokoh Falak
────────────
Karya Falak
────────────
Berita Falak
────────────
Peralatan
────────────
Software
────────────
Artikel
────────────
 
 
 
 
 

FOLLOW ME

Bergabung dengan Droup Facebook RHI Follow Tweeter RHIGroup Diskusi RHI via Yahoo