1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Mengenal Waktu Shalat

Shalat disyaria’tkan di dalam Islam pada bulan Rajab tahun ke-11 kenabian saat peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulullah ke Sidratul Muntaha. Shalat diwajibkan bagi umat Islam sehari semalam sebanyak lima waktu, yaitu Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’. Dan Allah telah menentukan waktu-waktu baginya seperti tersebut dalam Al Qur'an maupun apa yang disampaikan rasul dalam hadist. Mengetahui waktunya shalat adalah termasuk syarat syahnya shalat. Shalat adalah salah satu ibadah yang ada batasan waktunya, batas awal dan akhirnya. Waktu shalat habis ketika datang waktu shalat  berikutnya, kecuali waktu shalat shubuh yang berakhir ketika munculnya matahari  di ufuk timur. Dengan berkembangnya peradaban manusia, berbagai kemudahan-kemudahan diciptakan untuk membuat manusia lebih praktis dalam segala hal termasuk dalam beribadah khususnya shalat fardhu. Saat ini kita mengetahui banyak sekali diterbitkan jadwal waktu shalat dari berbagai instansi maupun organisasi. Namun kesemuanya tidak dapat dilepaskan dari kaidah yang sebenarnya digunakan untuk menentukan waktu shalat yaitu Pergerakan  Matahari dilihat dari Bumi. Sebelum manusia menemukan hisab/perhitungan falak/astronomi, zaman Rasulullah waktu shalat ditentukan berdasarkan observasi terhadap gejala alam dengan melihat langsung posisi Matahari. Lalu berkembang dengan dibuatnya Jam Matahari   atau “Bencet” serta Jam Istiwa atau sering  disebut tongkat istiwa dengan kaidah bayangan matahari. Tulisan-tulisan berikut dapat memberikan lebih banyak pemahaman kepada kita tentang waktu-waktu shalat ditinjau dari berbagai sisi terutama kajian fiqih dan astronomis.

Waktu-Waktu Shalat Wajib dalam Sehari dan Semalam

Allah ta’ala telah berfirman :

إِنَّ الصَّلاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman” [QS. An-Nisaa’ : 103].

Allah ta’ala berfirman :

أَقِمِ الصَّلاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) shubuh. Sesungguhnya salat shubuh itu disaksikan (oleh malaikat)” [QS. Al-Israa’ : 78].

Read more...

Jadwal Waktu Shalat Kabupaten se Indonesia

Berdasarkan konsep waktu menggunakan posisi Matahari secara astronomis, para ahli kini berusaha membuat rumus waktu shalat berdasarkan letak geografis dan ketinggian suatu tempat di permukaan Bumi dalam bentuk sebuah program komputer yang dapat menghasilkan sebuah tabulasi data secara akurat dalam sebuah "Jadwal Waktu Shalat". Kini software waktu shalat terus dibuat dan dikembangkan diantaranya: Accurate Times, Athan Software, Prayer Times, Mawaqit, Shalat Time dsb. Bahkan ponsel dan piranti digital sejenis kini telah dilengkapi jadwal shalat yang dapat menyuarakan azan pada waktunya. Software buatan BHR Kementerian Agama yang disebarluaskan secara nasional adalah Winhisab.

Read more...

Awal Waktu Shalat

Shalat disyaria’tkan di dalam Islam pada bulan Rajab tahun ke-11 kenabian saat peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulullah ke Sidratul Muntaha. Shalat diwajibkan bagi umat Islam sehari semalam sebanyak lima waktu, yaitu Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’. Dan Allah telah menentukan waktu-waktu baginya. Firman Allah di dalam Al-Qur’an :

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا  ( النساء 103 )

Artinya : Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (An-Nisa’ 103)

Read more...

Hisab Praktis Awal Waktu Shalat

Shalat merupakan salah satu ibadah yang berkaitan dengan waktu sehingga dalam pelaksanaannya harus diketahui terlebih dahulu waktunya. Oleh karenanya, penulis akan menyampaikan cara menghitung awal waktu shalat secara praktis sebagai berikut:
Cara menentukan awal waktu sholat.
1. Persiapan Hitungan
Perhatikan dengan cermat Bujur (BT) baik bujur barat atau bujur timur, Lintang (LT) dan tinggi tempat dari permukaan laut. Bujur (BT) dan Lintang (LT) dapat diperoleh melalui tabel, peta, Global Positioning System (GPS) dan lain-lain. Tinggi tempat dapat diperoleh dengan bantuan altimeter atau juga dengan GPS. Tinggi tempat diperlukan guna menentukan besar kecilnya kerendahan ufuk (ku). Untuk mendapatkan kerendahan ufuk (ku) dipergunakan rumus :

Read more...

00:00:00

HISAB-RUKYAT
Ilmu Falak
────────────
Awal Bulan
────────────
Arah Kiblat
────────────
Waktu Shalat
────────────
Gerhana
────────────
 
KATEGORI
Buku Falak
────────────
Tokoh Falak
────────────
Karya Falak
────────────
Berita Falak
────────────
Peralatan
────────────
Software
────────────
Artikel
────────────
 
 
 
 
 

FOLLOW ME

Bergabung dengan Droup Facebook RHI Follow Tweeter RHIGroup Diskusi RHI via Yahoo

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

We have 20 guests and no members online