pas cher
  1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Mengenal Waktu Shalat

Hisab Praktis Awal Waktu Shalat

Shalat merupakan salah satu ibadah yang berkaitan dengan waktu sehingga dalam pelaksanaannya harus diketahui terlebih dahulu waktunya. Oleh karenanya, penulis akan menyampaikan cara menghitung awal waktu shalat secara praktis sebagai berikut:
Cara menentukan awal waktu sholat.
1. Persiapan Hitungan
Perhatikan dengan cermat Bujur (BT) baik bujur barat atau bujur timur, Lintang (LT) dan tinggi tempat dari permukaan laut. Bujur (BT) dan Lintang (LT) dapat diperoleh melalui tabel, peta, Global Positioning System (GPS) dan lain-lain. Tinggi tempat dapat diperoleh dengan bantuan altimeter atau juga dengan GPS. Tinggi tempat diperlukan guna menentukan besar kecilnya kerendahan ufuk (ku). Untuk mendapatkan kerendahan ufuk (ku) dipergunakan rumus :

 

ku = 0° 1,76’ √m (m = tinggi tempat ).

Tentukan tinggi matahri (ho) saat terbit atau terbenam dengan rumus : ho terbit/terbenam = - ( ref + sd + ku ). Ref SingkaTan dari refraksi yaitu pembiasan atau pembelokan cahaya Matahari karena Matahari tidak dalam posisi tegak, refraksi tertinggi adalah ketika Matahari terbenam yaitu 34’. Sd singkatan dari semi diameter Matahari yang besar kecilnya tidak menentu tergantung jauh dekatnya Bumi-Matahari, sedangkan semi diameter Matahari rata-rata adalah 16’. Tinggi Matahari untuk awal ashar, pertama dicari jarak zenith Matahari pada saat di meridian (zm) pada saat awal dhuhur/zawal dengan rumus : zm = dekl – LT, dengan catatan zm harus selalu positif, kalau negatif harus dirubah menjadi positif. Kedua baru menentukan tinggi Matahari untuk awal ashar dengan rumus :

ha = Tan zm + 1. Tinggi Matahari untuk awal isya’ digunakan rumus ho Awal Isya’ = -17 + ho terbit/terbenam. Tinggi Matahari untuk awal shubuh digunakan rumus : ho Awal Shubuh = -19 + ho terbit/terbenam. Dhuha = 4° 30’.

2.   Perhatikan Deklinasi Matahari (Dek) dan gunakan rumus equation of time (e) atau perata waktu (PW), pada tanggal yang dikehendaki. [1]

3.   Tentukan sudut waktu Matahari (to) dengan menggunakan rumus :

 Cos to = Sin ha ¸ Cos LT¸ Cos Dek – Tan LTx Tan Dek

 Catatan:     Ashar, Maghrib dan Isya’; to = + (positif)

                  Shubuh, Terbit dan Dluha; to = - (negatif).

-------------------------------

[1] Untuk lebih telitinya hendaknya diambilkan deklinasi Matahari dan equation of time pada jam yang semestinya, contoh : Dhuhur kurang lebih pukul 12 WIB ( 05 UT), ‘Ashar kurang lebih pukul 15 WIB (08 UT), Maghrib kurang lebih pukul 18 WIB (11 UT), Isya’ kurang lebih pukul 19

--------------------------------

4.   Untuk mengubah Waktu Hakiki atau Istiwa’ menjadi Waktu Daerah / WD (WIB,WITA,WIT) gunakan rumus :

Waktu Daerah / WD    = WH – PW+ (BD-BT) : 15

BD adalah Bujur Daerah, yaitu WIB = 105°, WITA = 120° dan

WIT = 135°.

5.   Apabila hasil perhitungan ini hendak digunakan untuk keperluan ibadah, maka hendaknya dilakukan ikhtiyat dengan cara sebagai berikut :

a. Bilangan detik berapapun hendaknya dibulatkan menjadi satu menit, kecuali untuk terbit detik berapapun harus di buang.

b.Tambahkan lagi bilangan 2 menit, kecuali untuk terbit kurangi 2 menit.

Contoh : Dhuhur : pukul 11 : 32 : 40 WIB. menjadi pukul 11 : 35 WIB.

 Terbit     : pukul 05 : 13 : 27 WIB. menjadi pukul 05 : 11 WIB.

Contoh :

Hitung dan tentukan awal-awal waktu shalat untuk Masjid Agung Jawa Tengah pada Tanggal 28 Mei. Ketinggian Menara Masjid Agung Jawa Tengah  99 meter.

ku                   = 0° 1.76’ Ö h

                        = 0° 1.76’ Ö 95 m

                        = 0° 17’ 9.26”

Cara Pejet Kalkulator  IV:

1.76 X 95 Ö : 60 = 2ndf deg  0.170926

ku = 0° 17’ 9.26”

ref                   = 0° 34’(refraksi/pembiasan tertinggi saat ghurub)

sd                    = 0° 16’ semi diameter matahari rata-rata.

h0                           = - ( ku + ref + sd )

                        = - ( 0° 17’ 09.26” + 0° 34’ + 0° 16’ )

                        = - 1°  7’  9.26”

Cara Pejet Kalkulator  IV:

( 0.34deg + 0.16 deg+ 0.170926 deg) +/- = 2ndf deg – 1.070926

------------------------------------------

WIB (12 UT) dan shubuh kurang lebih pukul 04 WIB. Akan tetapi untuk mempermudah dan mempercepat perhitugan dapat menggunakan deklinasi Matahari dan equation of time pada pukul 12 WIB ( 05 UT) atau pukul 12 WITA (04 UT) atau pukul 12 WIT (03 UT). Atau dengan deklinasi urfi.

------------------------------------------

Dari Global Positioning System (GPS), diperopleh bahwa Masjid Agung Jawa Tengah terletak pada:

LS = -6° 59’ 23” LS.

BT = 110° 26’ 38” BT

Dari perhitungan deklinasi urfi pada 28 Mei 2007 menperoleh data: 21° 29’ 18.42”.

 1.   WAKTU DHUHUR

Waktu dhuhur dimulai pada saat Matahari terlepas dari titik kulminasi atas, kama yang harus di ingat adalah bahwa ketika Matahari berada di sudut waktu meredian maka pada saat itu menunjukan sudut waktu 0°  dan ketika itu waktu menunjukan ukul 12 menurut waktu matahati hakiki.

Dhuhur                     = pukul 12 Waktu Hakiki (WH).

WIB                            = WH – PW + (BD-BT) : 15

                                    = pkl. 12 – (+0j 3m) + (105°- 110° 26’ 38”) : 15

                                                = pkl. 12 – 0j 3m + (105°- 110° 26’ 38”) : 15

                                                = pkl. 12 – 0j 3m + (-5° 26’ 38”):15

                                       = pkl. 12 – 0j 3m - 0j 21m 46.53d

                                       = pkl. 12 – 0j 24m 46.53d [2]*

                                                = pkl. 11 : 35 : 13.47

                                                = pkl. 11 : 38 WIB.

2.   WAKTU ASHAR

      Ketika Matahari mulai berkulminasi atau berada di meridian (ketika awal waktu dzuhur), sesuatu yang berada pada tegak lurus yang berada pada permukaan Bumi belum pasti memiliki bayangan. Bayangan  itu akan terjadi mana kala harga lintang tempat dan harga deklinasi berbeda. Harga besarnya deklinasi adalah Tan zm di mana ZM adalah jarak sudut antara zenit dan  Matahari ketika berkulminasi sepanjang meridian yakni: 

--------------------------------------

[1] Nilai ini digunakan untuk mengubah Waktu Hakiki menjadi Waktu Daerah (pada hari yang sama).

--------------------------------------

a.  zm (jarak zenith) = Dekl _ LT) jarak antara zenit dan Matahari seharga mutlak Lintang Tempat dikurangi Deklinasi Matahari.

                                    =  21° 29’ 18.42” – (-6° 59’ 23”)

                                    = 21° 29’ 18.42” + 6° 59’ 23”

                                    = 28° 28’ 41.42”

Cara Pejet Kalkulator  IV:

21. 29 1842” deg –  ( 6.5923 deg +/-) = 2ndf deg 28.28 4142

b.   ha (tinggi Matahari pada awal Ashar)

      Cotan ha       = Tan zm + 1

                              = Tan 28° 28’ 41.42”+1

                              = 32° 57’ 21.26”

Cara pejet kalkulator I :

28° 28’ 41.42” Tan + 1= Shift 1/x Shift Tan Shift °

Cara pejet kalkulator II&III :

Shift Tan ( 1 : (Tan 28° 28’ 41.42”+ 1))

Cara Pejet Kalkulator  IV :

28.28 4142 deg tan + 1 = 2ndf  X2 2ndf  tan 2ndf deg 32. 572126

Cara pejet kalkulator V

Shift Tan ( 1 : (Tan (28° 28’ 41.42”)+ 1)

c.   to (sudut waktu Matahari) awal Ashar

Cos to      =    Sin ha ¸ Cos LT¸ Cos Dek – Tan LTx Tan Dek

            =    Sin 32° 57’ 21.26” ¸ Cos -6° 59’ 23” ¸ Cos 21° 29’ 18.42” – Tan -6° 59’ 23” x Tan 21° 29’ 18.42”

to        =    + 50° 24’ 40.25 ¸ 15

            =   +03 j 21m 38.68 d

Cara pejet kalkulator I :

32° 57’ 21,26” Sin ¸ 6° 59’ 23”+/- Cos¸21° 29’ 18.42” Cos – 6° 59’ 23” +/- Tan x 21° 29’ 18.42” Tan) = Shift Cos Shift °

Cara pejet kalkulator II&III :

Shift Cos (Sin 32° 57’ 21.26” ¸ Cos (-)6° 59’ 23” ¸ Cos 21° 29’ 18.42” – Tan (-)6° 59’ 23” x Tan 21° 29’ 18.42” ) = Shift °

Cara Pejet Kalkulator  IV :

32. 572126 deg sin : 06.5923 deg +/- cos :  21. 291842 deg cos  –  06.5923 deg +/- tan x 21. 291842 deg tan = 2ndf  cos  2ndf deg 

Cara pejet kalkulator V :

Shift Cos( Sin(32° 57’ 21.26”) ¸ Cos( (-)6° 59’ 23”) ¸ Cos (21° 29’ 18.42”) – Tan( (-)6° 59’ 23”) x Tan(21° 29’ 18.42”) = Shift °

d.   Awal waktu Ashar

= pkl. 12 + (+03 j 21m 38.68 d)

= pkl. 15 j 21m 38.68 d Waktu Hakiki – 0j 24m 46.53d

= pkl. 14 : 56 : 52.15

= pkl. 14 : 59 WIB

3.   WAKTU MAGHRIB

Waktu Maghrib adalah waktu Matahari terbenam, yaitu waktu di mana piringan Matahari  bersinggungan dengan ufuk.

a.   ho (tinggi Matahari) saat terbit/terbenam = - 1°  7’  9.26”

b.   to (sudut waktu Matahari) awal Maghrib

Cos to      =    Sin ha ¸ Cos LT  ¸ Cos Dek – Tan LT x Tan Dek

            =    Sin - 1°  7’  9.26” ¸ Cos -6° 59’ 23” ¸ Cos 21° 29’ 18.42” – Tan - 6° 59’ 23” x Tan 21° 29’ 18.42”

to        =    + 88° 26’ 46.16” ¸15

            =    +05 j 53m 47.08d

Cara pejet kalkulator I :

1°  7’  9.26” +/- Sin ¸ 6° 59’ 23” +/- Cos  ¸ 21° 29’ 18.42” Cos – 6° 59’ 23” +/- Tan x 21° 29’ 18.42” Tan) = Shift Cos Shift °

Cara pejet kalkulator II&III :

Shift Cos (Sin (-) 1° 7’ 9.26” ¸ Cos (-) 6° 59’ 23” ¸ Cos 21° 29’ 18.42” – Tan (-) 6° 59’ 23” x Tan 21° 29’ 18.42”) =  Shift °

Cara Pejet Kalkulator  IV :

1.7 926 deg +/- sin : 06.5923 deg +/- cos :  21. 291842 deg cos  –  06.5923 deg +/- tan x 21. 291842 deg tan = 2ndf  cos  2ndf deg 

Cara pejet kalkulator V :

Shift Cos( Sin( (-) 1° 7’ 9.26”) ¸ Cos( (-)6° 59’ 23”) ¸ Cos (21° 29’ 18.42”) – Tan( (-)6° 59’ 23”) x Tan(21° 29’ 18.42”) = Shift °

c.   Awal waktu Maghrib

= pkl. 12 + (+05 j 53m 47.08d)

= pkl. 17 j 53m 47.08d Waktu Hakiki – 0j 24m 46.53d

      = pkl. 17 : 29 : 00.55 wib

      = pkl. 17 : 32 WIB

4.   WAKTU ISYA’

Waktu di mulai apa bila Matahari sudah terbenam dan dibawah ufuk Barat, permukaan Bumi tidak langsung menjadi gelap.

a.   ho (tinggi Matahari) untuk awal Isya’ = -17° + (- 1°  7’  9,26”)

                                                                                          = -17° - 1°  7’  9.26”

                                                                                          = -18° 7’ 9,26”

b.   to (sudut waktu Matahari) awal Isya’

Cos to      =    Sin ha ¸ Cos LT¸ Cos Dek – Tan LTx Tan Dek

            =    Sin -18° 7’ 9.26” ¸ Cos -6° 59’ 23” ¸ Cos 21° 29’ 18.42” – Tan -6° 59’ 23”  x Tan 21° 29’ 18.42”

to        =    + 106° 45’ 57.6” ¸ 15

            =    +07j 07m 03. 84 d

Cara pejet kalkulator I :

18° 7’ 9.26” +/- Sin ¸ 6° 59’ 23” +/- Cos ¸ 21° 29’ 18.42” Cos – 6° 59’ 23” +/- Tan x 21° 29’ 18.42” Tan) = Shift Cos Shift °.

Cara pejet kalkulator II&III :

Shift Cos (Sin (-)18° 7’ 9.26” ¸ Cos (-)6° 59’ 23” ¸ Cos 21° 29’ 18.42”– Tan (-)6° 59’ 23” x Tan 21° 29’ 18.42”)

Cara Pejet Kalkulator  IV :

18. 7926 deg +/- sin : 06.5923 deg +/- cos :  21. 291842 deg cos  –  06.5923 deg +/- tan x 21. 291842 deg tan = 2ndf  cos  2ndf deg 

Cara pejet kalkulator V :

Shift Cos( Sin( (-)18° 7’ 9.26”) ¸ Cos( (-)6° 59’ 23”) ¸ Cos (21° 29’ 18.42”) – Tan( (-)6° 59’ 23”) x Tan(21° 29’ 18.42”) = Shift °

c.  Awal waktu Isya’

= pkl. 12 + (+07j 07m 03. 84 d)

= pkl. 19j 07m 03. 84 d Waktu Hakiki  – 0j 24m 46.53d

= pkl. 18 :42 : 17.31 wib

= pkl. 18 : 45 WIB

5.  SHUBUH

a. ho (tinggi Matahari) untuk awal Shubuh         = -19° + (- 1°  7’  9.26”)

                                                                                          = -19° - 1°  7’  9.26”

                                                                                          = -20° 7’ 9,26”

b.   to (sudut waktu Matahari) awal Shubuh

Cos to      =    Sin ha ¸ Cos LT¸ Cos Dek – Tan LTx Tan Dek

                  =    Sin -20° 7’ 9,26” ¸ Cos -6° 59’ 23” ¸ Cos 21° 29’ 18.42” – Tan -6° 59’ 23” x Tan 21° 29’ 18.42”

      to        =    - 108° 54’ 55.5” ¸ 15

                  =    - 07j 15m 39.71d

Cara pejet kalkulator I :

20° 7’ 9,26” +/- Sin ¸ 6° 59’ 23” +/- Cos¸ 21° 29’ 18.42” Cos – 6° 59’ 23” +/- Tan x 21° 29’ 18.42” Tan) = Shift Cos Shift °.

Cara pejet kalkulator II&III :

Shift Cos (Sin (-)20° 7’ 9,26” ¸ Cos (-)6° 59’ 23” ¸ Cos 21° 29’ 18.42” – Tan (-)6° 59’ 23”  x Tan 21° 29’ 18.42”)

Cara Pejet Kalkulator  IV :

20. 7926 deg +/- sin : 06.5923 deg +/- cos :  21. 291842 deg cos  –  06.5923 deg +/- tan x 21. 291842 deg tan = 2ndf  cos  2ndf deg 

Cara pejet kalkulator V :

Shift Cos( Sin( (-)20° 7’ 9,26”) ¸ Cos( (-)6° 59’ 23”) ¸ Cos (21° 29’ 18.42”) – Tan( (-)6° 59’ 23”) x Tan(21° 29’ 18.42”) = Shift °

c.   Awal waktu Shubuh

= pkl. 12 + (-07j 15m 39.71d)

= pkl. 04j 44m20.29d Waktu Hakiki – 0j 24m 46.53d

= pkl. 04 : 19 : 33. 76

= pkl. 04 : 22 WIB

6.  IMSAK

Imsak =    Shubuh WIB – 0j 10m

            =    pkl. 04 : 22 - 0j 10m

            =    pkl. 04 : 12 WIB

7.   TERBIT MATAHARI

a.   ho (tinggi Matahari) saat terbit/terbenam = - 1°  7’  9.26”

b.   to (sudut waktu Matahari) saat terbit Matahari

Cos to      =    Sin ha ¸ Cos LT¸ Cos Dek – Tan LTx Tan Dek

            =    Sin - 1°  7’  9.26” ¸ Cos -6° 59’ 23” ¸ Cos 21° 29’ 18.42” – Tan -6° 59’ 23”     x Tan 21° 29’ 18.42”

to       =    - 88° 26’ 46.16” ¸15

            =    - 05 j 53m 47.08 d

Cara pejet kalkulator I      :

1°  7’  9.26” +/- Sin ¸  6° 59’ 23” +/- Cos¸ 21° 29’ 18.42” Cos – 6° 59’ 23” ° +/- Tan x 21° 29’ 18.42” Tan) = Shift Cos Shift °.

Cara pejet kalkulator II & III :

Shift Cos (Sin (-)1°  7’  9.26” ¸ Cos (-) 6° 59’ 23” ¸ Cos 21° 29’ 18.42” – Tan (-) 6° 59’ 23” x Tan 21° 29’ 18.42”)

Cara Pejet Kalkulator  IV:

1.7926 deg +/- sin : 06.5923 deg +/- cos :  21. 291842 deg cos  –  06.5923 deg +/- tan x 21. 291842 deg tan = 2ndf  cos  2ndf deg 

Cara pejet kalkulator V :

Shift Cos( Sin( (-)1°  7’  9.26”) ¸ Cos( (-)6° 59’ 23”) ¸ Cos (21° 29’ 18.42”) – Tan( (-)6° 59’ 23”) x Tan(21° 29’ 18.42”) = Shift °

c.   Waktu Terbit

= pkl. 12 +  (-05 j 53m 47.08 d)   

= pkl. 06j 06m 12.92d Waktu Hakiki – 0j 24m 46.53d

= pkl. 05 : 41: 26.39

= pkl. 05 : 39 WIB

8.   DLUHA

a.   ho (tinggi Matahari) saat Dluha = + 4° 30’

b.   to (sudut waktu Matahari) saat Dluha

Cos to      =    Sin ha ¸ Cos LT¸ Cos Dek – Tan LTx Tan Dek

            =    Sin 4° 30’ ¸ Cos -6° 59’ 23” ¸ Cos 21° 29’ 18.42” – Tan -6° 59’ 23” x Tan 21°  29’ 18,42”

to        =    - 82° 20’ 40.03” ¸ 15

            =    - 05 j 29m 22.67d

Cara pejet kalkulator I :

4° 30’Sin ¸  6° 59’ 23” +/- Cos¸ 21° 29’ 18.42” Cos – 6° 59’ 23” +/- Tan x 21° 29’ 18.42” Tan) = Shift Cos Shift °

Cara pejet kalkulator II&III    :

Shift Cos (Sin 4° 30’ ¸ Cos (-) 6° 59’ 23” ¸ Cos 21° 29’ 18.42” – Tan (-) 6° 59’ 23” x Tan 21° 29’ 18.42”)

Cara Pejet Kalkulator  IV :

4.30. deg sin : 06.5923 deg +/- cos :  21. 291842 deg cos  –  06.5923 deg +/- tan x 21. 291842 deg tan = 2ndf  cos  2ndf deg 

Cara pejet kalkulator V :

Shift Cos( Sin(4° 30’) ¸ Cos( (-)6° 59’ 23”) ¸ Cos (21° 29’ 18.42”) –

Tan( (-)6° 59’ 23”) x Tan(21° 29’ 18.42”) = Shift °

c.   Awal waktu Dluha

= pkl. 12 + (-05 j 29m 22.67d)

= pkl. 06 j 30m 37.33 d Waktu Hakiki – 0j 24m 46.53d

= pkl. 06: 5: 50.8

= pkl. 06 : 9 WIB


 

 

00:00:00

HISAB-RUKYAT
Ilmu Falak
────────────
Awal Bulan
────────────
Arah Kiblat
────────────
Waktu Shalat
────────────
Gerhana
────────────
 
KATEGORI
Buku Falak
────────────
Tokoh Falak
────────────
Karya Falak
────────────
Berita Falak
────────────
Peralatan
────────────
Software
────────────
Artikel
────────────
 
 
 
 
 

FOLLOW ME

Bergabung dengan Droup Facebook RHI Follow Tweeter RHIGroup Diskusi RHI via Yahoo