|
| Home | Sekilas | Vibilitas | Hisab-Rukyat | Kalender | Gerhana | JadwalShalat | Kiblat | Artikel | Links | Galeri | Software | Tamu | |
|
|
|
|
|
Visibilitas Hilal Jumadil Akhir Tahun 1428 H
|||||||| Muharram | Shafar | Rabiul Awal | Rabiul Akhir | Jumadil Awal | Jumadil Akhir | Rajab| Syaban | Ramadhan | Syawal | Zulqaidah | Zulhijjah ||||||||
Isi halaman ini : Kapan Saat Pelaksanaan Rukyatul Hilal untuk Jumadil Akhir 1428 H Peta Ketinggian Hilal di Wilayah Indonesia Awal Bulan Jumadil Akhir menurut Berbagai Kriteria Awal Bulan Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Indonesia Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Internasional
Ijtimak / Konjungsi Akhir Jumadil Awal 1428 H Jumat, 15 Juni 2007 Pukul 10:13 WIB / 11:13 WITA / 12:13 WIT / 03:13 UT
Visibilitas (kenampakan) Hilal pada hari terjadinya Ijtimak selepas matahari terbenam di seluruh dunia khususnya kawasan Indonesia ditunjukkan pada gambar peta di bawah. Peta visibilitas mengacu pada Kriteria Odeh yang mengadopsi Limit Danjon sebesar 6° yaitu syarat ketinggian hilal agar terlihat dengan mata telanjang. Kriteria tersebut dikemas dalam sebuah software Accurate Times yang menjadi acuan pembuatan peta visibilitas ini.
Grafis dibuat dengan Coreldraw X3
|
|
Peta Ketinggian Hilal di Wilayah Indonesia Jumadil Akhir 1428 H Tanggal Rukyatul Hilal : Jumat, 15 Juni 2007 @ sunset
Skema ketinggian Hilal untuk Yogyakarta pada hari Ijtimak
PETA KETINGGIAN HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM DI INDONESIA |

|
Peta ketinggian hilal di kawasan Indonesia pada hari Ijtimak menunjukkan rata-rata ketinggian hilal antara 1° sampai dengan 3,5° di atas horison saat matahari terbenam di masing-masing lokasi. Namun demikian angka tersebut masih di bawah Limit Danjon sehingga Indonesia tidak memiliki peluang menyaksikan hilal walau menggunakan teleskop sekalipun.
|
|
|
|
Awal Bulan Menurut Berbagai Kriteria Jumadil Akhir 1428 H
|
| 1. Menurut Kriteria Rukyat Hilal ( Limit Danjon ) Melihat lokasi Indonesia menurut peta visibilitas di atas, kalau Kriteria Limit danjon diberlakukan maka semua wilayah Indonesia tidak mungkin menyaksikan hilal pada Jumat, 15 Juni 2006 selepas matahari terbenam. Dengan demikian Jumadil Awal 1428 H di istikmal atau digenapkan menjadi 30 hari sesauai tuntunan syariah. Berdasarkan peninjauan tersebut jika Indonesia menganut prinsip Rukyatul Hilal dalam sistem Kalender Hijriyah maka tanggal 1 Jumadil Akhir 14218 H jatuh pada : Ahad, 17 Juni 2007
( Penentuan ini masih menunggu laporan Rukyatul Hilal dari Pos-pos Pengamatan Hilal Indonesia )
|
|
2. Menurut Kriteria Imkanur Rukyat
Pemerintah RI melalui pertemuan Menteri-menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) menetapkan kriteria yang disebut Imkanur Rukyah yang dipakai secara resmi untuk penentuan awal bulan bulan pada kalender yang menyatakan :
Hilal dianggap terlihat dan keesokannya ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah berikutnya apabila memenuhi salah satu syarat-syarat berikut: (1)· Ketika matahari terbenam, ketinggian bulan di atas horison tidak kurang dari 2° dan (2). Jarak lengkung bulan-matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3°. Atau (3)· Ketika bulan terbenam, umur bulan tidak kurang dari 8 jam selepas ijtimak berlaku.
Menurut Peta Ketinggian Hilal terlihat bahwa beberapa kawasan di Indonesia telah memenuhi kriteria Imkanur Rukyah baik ketinggian bulan, sudut elongasi maupun umur bulan saat matahari terbenam. Walaupun hampir separohnya lebih ternyata belum memenuhi kriteria tersebut. Namun karena Indonesia menganut prinsip satu kesatuan wilayah hukum (Wilayatul Hukmi) maka dip[enuhinya kriteria di salah satu tempat sudah mewakili tempat yang lain. Berdasarkan hal tersebut maka tanggal 1 Jumadil Akhir 1428 H jatuh pada :
Sabtu, 16 Juni 2007
|
|
3. Menurut Kriteria Wujudul Hilal
Kriteria Wujudul Hilal dalam penentuan awal bulan Hijriyah menyatakan bahwa : "Jika setelah terjadi ijtimak, bulan terbenam setelah terbenamnya matahari maka malam itu ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah tanpa melihat berapapun sudut ketinggian bulan saat matahari terbenam. Berdasarkan hal tersebut tanggal 1 Jumadil Akhir 1428 H jatuh pada hari : Sabtu, 16 Juni 2007
4. Menurut Kriteria Kalender Universal
Universal Hejri Calendar (UHC) merupakan Kalender Hijriyah Global usulan dari Komite Mawaqit dari Arab Union for Astronomy and Space Sciences (AUASS) berdasarkan hasil Konferensi Ke-2 Atronomi Islam di Amman Jordania pada tahun 2001. Kalender universal ini membagi wilayah menjadi 2 region sehingga sering disebut Bizonal Hejri Calendar. Zona Timur meliputi 180° BT ~ 20° BB sedangkan Zona Barat meliputi 20° BB ~ Benua Amerika. Adapun kriteria yang digunakan tetap mengacu pada visibilitas hilal. Berdasarkan peta visibilitas hilal pada kedua zona maka 1 Jumadil Akhir 1428 H jatuh pada hari adalah sebagai berikut:
Zona Timur : Sabtu, 16 Juni 2007
Zona Barat : Sabtu, 16 Juni 2007
|
|
Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Indonesia Jumadil Akhir 1428 H Tanggal Rukyatul Hilal : Jumat, 15 juni 2007 @ sunset
|
|
Jumat, 15 juni 2007 @ sunset .. Sabtu, 16 juni 2007 @ sunset ..
Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Internasional Jumadil Akhir 1428 H
|
|
Original Site : http://icoproject.org by Mohd. Odeh - Jordania
|
|
Original Site : http://moonsighting.com by Dr. Monzur Ahmed |
|