| Home | Sekilas | Vibilitas | Hisab-Rukyat | Kalender | Gerhana | JadwalShalat | Kiblat | Artikel | Links | Galeri | Software | Tamu |

 

 

Visibilitas Hilal Bulan Rajab

Tahun 1428 H

 


|||||||| Muharram | Shafar | Rabiul Awal | Rabiul Akhir | Jumadil Awal | Jumadil Akhir | Rajab| Syaban | Ramadhan | Syawal | Zulqaidah | Zulhijjah ||||||||


 

Isi halaman ini :

Ijtimak / Konjungsi Awal Bulan Rajab 1428 H

Peta Ketinggian Hilal di Wilayah Indonesia

Penentuan Awal Bulan Rajab menurut Berbagai Kriteria

Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Indonesia

Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Internasional


Ijtimak / Konjungsi Awal Bulan

Rajab 1428 H

Sabtu, 14 Juli 2007 Pukul 19:04 WIB / 20:04 WITA / 21:04 WIT / 12:04 UT

 

Visibilitas (kenampakan) Hilal pada hari terjadinya Ijtimak selepas matahari terbenam di seluruh dunia khususnya kawasan Indonesia ditunjukkan pada gambar peta di bawah.  Peta visibilitas mengacu pada Kriteria Odeh yang mengadopsi Limit Danjon sebesar 6° yaitu syarat ketinggian hilal agar terlihat dengan mata telanjang. Kriteria tersebut dikemas dalam sebuah software Accurate Times yang menjadi acuan pembuatan peta visibilitas ini.

 

Grafis dibuat dengan Coreldraw X3

  1. Sangat tidak mungkin daerah yang berada di bawah arsiran MERAH dapat menyaksikan hilal, sebab pada saat itu hilal  terbenam lebih dulu sebelum matahari terbenam atau ijtimak lokal (topocentric conjunction) terjadi setelah matahari terbenam.

  2. Daerah yang berada pada area berarsiran BIRU TUA juga  tidak memiliki peluang menyaksikan hilal walaupun menggunakan peralatan optik (binokuler/teropong) sekalipun, sebab kedudukan hilal masih sangat rendah ( <6° ) dan terang cakram bulan masih terlalu kecil sehingga cahaya hilal tidak mungkin teramati.

  3. Hilal baru mungkin dapat teramati menggunakan peralatan optik pada area di bawah arsiran BIRU MUDA. Pada area ini pun masih sangat sulit karena dibutuhkan kondisi langit yang sangat cerah terutama di langit Barat.

  4. Wilayah yang berada dalam arsiran KUNING hanya dapat menyaksikan hilal menggunakan peralatan optik sedangkan untuk melihat langsung dengan mata diperlukan kondisi cuaca yang sangat cerah dan ketelitian pengamatan.

  5. Hilal dengan mudah dapat disaksikan pada area di bawah arsiran HIJAU baik menggunakan mata langsung maupun terlebih menggunakan peralatan optik dengan syarat kondisi udara dan cuaca cukup baik.

  6. Peta ini dibuat dan hanya berlaku untuk daerah 60° Lintang Utara sampai 60°Lintang Selatan.

 


Peta Ketinggian Hilal di Wilayah Indonesia

Rajab 1428 H

 

Tanggal Rukyatul Hilal : Sabtu, 14 Juli 2007 @ sunset

 

Skema ketinggian Hilal untuk Yogyakarta pada hari Ijtimak 14 Juli 2007 @ 19:04 WIB

 

PETA KETINGGIAN HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM DI INDONESIA

  

Peta ketinggian hilal di kawasan Indonesia pada hari Ijtimak menunjukkan rata-rata ketinggian hilal antara 0° sampai dengan minus ( - ) 3,5° dari horison saat matahari terbenam di masing-masing lokasi. Melihat kondisi tersebut tidak mungkin hilal dapat dirukyat pada hari dan tanggal terjadinya ijtimak.


Penentuan Awal Bulan Menurut Berbagai Kriteria

Rajab 1428 H

 

1. Menurut Kriteria Rukyat Hilal ( Limit Danjon )

Melihat lokasi Indonesia menurut peta visibilitas di atas, kalau Kriteria Limit danjon diberlakukan maka semua wilayah Indonesia tidak mungkin menyaksikan hilal pada Sabtu, 14 Juli 2007 selepas matahari terbenam. Dengan demikian bulan Jumadil Akhir 1428 H di istikmal atau digenapkan menjadi 30 hari sesuai tuntunan syariah. Berdasarkan  peninjauan tersebut jika Indonesia menganut prinsip Rukyatul Hilal dalam sistem Kalender Hijriyah maka tanggal 1 Rajab 14218 H jatuh pada :

 Senin, 16 Juli 2007

 

( Penentuan ini masih menunggu laporan Rukyatul Hilal dari  Pos-pos Pengamatan Hilal Indonesia )

 


 

2. Menurut Kriteria Imkanur Rukyat

 

Pemerintah RI melalui pertemuan Menteri-menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) menetapkan kriteria yang disebut Imkanur Rukyah yang dipakai secara resmi untuk penentuan awal bulan bulan pada kalender yang menyatakan :  

 

Hilal dianggap terlihat  dan keesokannya ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah berikutnya apabila memenuhi salah satu syarat-syarat berikut:

(1)· Ketika matahari terbenam, ketinggian bulan di atas horison tidak kurang dari 2° dan

(2). Jarak lengkung bulan-matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3°. Atau 

(3)· Ketika bulan terbenam, umur bulan tidak kurang dari 8 jam selepas ijtimak berlaku. 

 

Menurut Peta Ketinggian Hilal terlihat bahwa seluruh wilayah Indonesia posisi hilal berada di bawah ufuk saat matahri terbenam pada hari terjadinya ijtimak sehingga  tidak satupun syarat imkanurrukyat terpenuhi. Berdasarkan hal tersebut maka tanggal 1 Rajab 1428 H jatuh pada :

 

Senin, 16 Juli 2007

 

 


 

3. Menurut Kriteria Wujudul Hilal

 

Kriteria Wujudul Hilal dalam penentuan awal bulan Hijriyah  menyatakan  bahwa : "Jika setelah terjadi ijtimak, bulan terbenam setelah terbenamnya matahari maka malam itu  ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah tanpa melihat berapapun sudut ketinggian bulan saat matahari terbenam. Berdasarkan posisi hilal saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia maka syarat wujudul hilal tidak terpenuhi maka bulan Rabiul Akhir digenapkan menjadi 30 hari sehingga tanggal 1 Rajab 1428 H  jatuh pada hari :

 

Senin, 16 Juli 2007

 

 


 

4. Menurut Kriteria Kalender Hijriyah Global

 

Universal Hejri Calendar (UHC) merupakan Kalender Hijriyah Global usulan dari Komite Mawaqit dari Arab Union for Astronomy and Space Sciences (AUASS) berdasarkan hasil Konferensi Ke-2 Atronomi Islam di Amman Jordania pada tahun 2001. Kalender universal ini membagi wilayah dunia menjadi 2 region sehingga sering disebut Bizonal Hejri Calendar. Zona Timur meliputi  180° BT ~ 20° BB sedangkan Zona Barat meliputi 20° BB ~ Benua Amerika. Adapun kriteria yang digunakan tetap mengacu pada visibilitas hilal. Berdasarkan peta visibilitas hilal pada kedua zona maka 1 Rajab 1428 H jatuh pada hari:

 

 

Zona Timur :  Senin, 16 Juli 2007

 

 Zona Barat :  Senin, 16 Juli 2007

 

 

 

 


 

Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Indonesia

Rajab 1428 H

 

Tanggal Rukyatul Hilal sesuai tradisi: Sabtu, 14 Juni 2007 @ sunset

 

Tanggal Rukyatul Hilal seharusnya: Minggu, 15 Juli 2007 @ sunset

Hilal pada hari ini cukup bagus untuk dirukyat karena pada ketinggian di atas limit Danjon rata-rata di seluruh wilayah Indonesia kecuali sebagian wilayah Indonesia Timur. Perkiraan hilal pertama kali dapat dirukyat menggunakan mata telanjang di ujung wilayah paling Timur adalah di sekitar kawasan Kep. Maluku.

 

 

Sabtu, 14 Juli 2007 @ sunset

..

Minggu, 15 Juli 2007 @ sunset

..

Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Internasional

Rajab 1428 H

 

Original Site : http://icoproject.org  by Mohd. Odeh - Jordania

 

Original Site : http://moonsighting.com  by Dr. Monzur Ahmed

 

[ Ke Atas ]

 

Tahun 1428 Hijriyah

|||||||| Muharram | Shafar | Rabiul Awal | Rabiul Akhir | Jumadil Awal | Jumadil Akhir | Rajab| Syaban | Ramadhan | Syawal | Zulqaidah | Zulhijjah ||||||||

 

 

Oleh:  Mutoha - Anggota BHR DIY - koord. Jogja Astro Club (JAC)  - Member  Islamic Crescent's Observation Project (ICOP)

 " Menuju Obsesi Lahirnya Sistem Tunggal Penanggalan Islam di Indonesia "

Milis :  http://groups.yahoo.com/group/rukyatulhilal/

Kunjungan : 

sejak 1 Muharram 1427 H