|
| Home | Sekilas | Vibilitas | Hisab-Rukyat | Kalender | Gerhana | JadwalShalat | Kiblat | Artikel | Links | Galeri | Software | Tamu | |
|
|
|
|
|
Visibilitas Hilal Bulan Ramadhan Tahun 1428 H
|||||||| Muharram | Shafar | Rabiul Awal | Rabiul Akhir | Jumadil Awal | Jumadil Akhir | Rajab| Syaban | Ramadhan | Syawal | Zulqaidah | Zulhijjah ||||||||
Isi halaman ini : Ijtimak / Konjungsi Awal Bulan Ramadhan 1428 H Peta Ketinggian Hilal di Wilayah Indonesia Prediksi Awal Bulan Ramadhan menurut Berbagai Kriteria Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Indonesia Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Internasional
Ijtimak / Konjungsi Awal Bulan Ramadhan 1428 H Selasa, 11 September 2007 Pukul 19:44 WIB / 20:44 WITA / 21:44 WIT / 12:44 GMT
Visibilitas (kenampakan) Hilal pada hari terjadinya Ijtimak selepas matahari terbenam di seluruh dunia khususnya kawasan Indonesia ditunjukkan pada gambar peta di bawah. Peta visibilitas mengacu pada Kriteria Odeh yang mengadopsi Limit Danjon sebesar 6° yaitu syarat ketinggian hilal agar terlihat dengan mata telanjang. Kriteria tersebut dikemas dalam sebuah software Accurate Times yang menjadi acuan pembuatan peta visibilitas ini.
Grafis dibuat dengan Coreldraw X3
|
|
Peta Ketinggian Hilal di Wilayah Indonesia Ramadhan 1428 H
Tanggal Rukyatul Hilal : Selasa, 11 September 2007 @ sunset ( Resmi Pemerintah ) Rabu, 12 September 2007 ( kriteria Danjon )
Peta Ketinggian Hilal pada hari Ijtimak 11 September 2007 saat sunset
GARIS KETINGGIAN HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM DI INDONESIA |

DATA LENGKAP KETINGGIAN HILAL KOTA-KOTA DI INDONESIA (VERSI BMG)
Data hilal saat matahari terbenam awal bulan Ramadhan 1428 H (11 September 2007)
Data hilal saat matahari terbenam awal bulan Ramadhan 1428 H (12 September 2007)
|
Garis ketinggian hilal di kawasan Indonesia pada hari Ijtimak menunjukkan rata-rata ketinggian hilal antara minus 2,5° sampai dengan minus 4° dibawah horison saat matahari terbenam di masing-masing lokasi. Melihat kondisi tersebut hilal tidak mungkin dapat dirukyat pada hari dan tanggal terjadinya ijtimak. |
|
|
|
Prediksi Awal Bulan Menurut Berbagai Kriteria Ramadhan 1428 H
|
| 1. Menurut Kriteria Rukyat Hilal ( Limit Danjon )
Kamis, 13 September 2007 ( Jika rukyat berhasil ) Jum'at, 14 September 2007 ( Jika rukyat tidak berhasil )
( Penentuan ini masih menunggu laporan dari Pos-pos Rukyatul Hilal Indonesia )
|
|
2. Menurut Kriteria Imkanur Rukyat
Hilal dianggap terlihat dan keesokannya ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah berikutnya apabila memenuhi salah satu syarat-syarat berikut: (1)· Ketika matahari terbenam, ketinggian bulan di atas horison tidak kurang dari 2° dan (2). Jarak lengkung bulan-matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3°. Atau (3)· Ketika bulan terbenam, umur bulan tidak kurang dari 8 jam selepas ijtimak berlaku.
Menurut Peta Ketinggian Hilal terlihat bahwa seluruh wilayah Indonesia posisi hilal berada pada ketinggian antara minus 2,5° sampai dengan minus 4° di bawah horison saat matahari terbenam di masing-masing lokasi pada hari terjadinya ijtimak sehingga syarat imkanurrukyat tidak terpenuhi. Berdasarkan hal tersebut maka bulan Syaban 1428 H di istikmal atau digenapkan menjadi 30 hari sesuai tuntunan syariah. Maka tanggal 1 Ramadhan 1428 H jatuh pada :
Kamis, 13 September 2007
|
|
3. Menurut Kriteria Wujudul Hilal
Kamis, 13 September 2007
4. Menurut Kriteria Kalender Hijriyah Global
Zona Timur : Kamis, 13 September 2007
Zona Barat : Kamis, 13 September 2007
5. Menurut Kriteria Rukyat Hilal Saudi
Kasus Idul Adha 1424 H yang lalu merupakan salah satu contoh. Bahkan baru-baru ini Saudi juga mengklaim dapat menyaksikan hilal Sya'ban pada 14 September 2007 saat hilal baru berumur sekitar 4 jam selepas ijtimak. Namun demikian keputusan Saudi taat diikuti oleh rakyatnya bahkan banyak diikuti juga oleh negara-negara lain termasuk sebagian masyarakat Indonesia. Kalender resmi Saudi yang dinamakan "Ummul Quro" telah berkali-kali mengganti kriterianya. Ironisnya banyak istbat penentuan awal bulan justru tidak menggunakan kriteria kalender ini. Sulitnya merumuskan kriteria berdasarkan "klaim rukyat" ini karena kriteria rukyatul hilal yang dipakai Saudi hanya mendasarkan pada laporan rukyat dari seseorang tanpa terlebih dahulu melakukan klarifikasi dan konfirmasi terhadap laporan tersebut. Hanya dengan mengucapkan syahadah maka laporan tersebut sah adanya begitu tuntunan syariatnya. Berdasarkan laporan-laporan klaim rukyat tersebut semakin nampak jelas bahwa kriteria awal bulan yang digunakan oleh Saudi lebih mengarah kepada kriteria "Ijtimak Qablal Ghurub" yaitu ".. jika ijtimak terjadi sebelum waktu maghrib maka esoknya adalah bulan baru tanpa mengindahkan faktor-faktor yang lain misalnya ketinggian hilal saat terbenamnya matahari ..". Dengan menggunakan acuan ini maka penetapan tanggal 1 Ramadhan 1428 H di Saudi akan jatuh pada :
Rabu, 12 September 2007
( Ijtimak Qablal Ghurub ) Di Makkah, Saudi pada Selasa, 11 September 2007 ghurub terjadi pada pukul 18:28 Waktu Mekah dan Ijtimak terjadi pada pukul 15:44 Waktu Mekah. Tinggi hilal minus (-) 1° 38,7' di bawah ufuk saat matahari terbenam.
Dan tanpa diketahui sebab pastinya Kerajaan Arab Saudi (KSA) melalui Majlis Al Qadha Al A'ala mengumumkan kepada seluruh masyarakat bahwa awal Ramadhan kali ini dimulai pada : Kamis, 13 September 2007 Hal ini dikarenakan pada dua hari berturut-turut yaitu Senin (10/9) dan Selasa (11/9) saat Saudi melaksanakan rukyat secara resmi tidak ada laporan yang menyatakan hilal dapat dirukyat baru kemudian pada hari Rabunya ada laporan hilal dapat dirukyat. Namun demikian alasanken apa Saudi menetapkan awal Ramadhan jatuh pada 11/9 masih menyisakan misteri, karena di Saudi pada Selasa sudah memenuhi kondisi "Ijtimak Qablal Ghurub".
|
|
Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Indonesia Ramadhan 1428 H
Tanggal Rukyatul Hilal : Selasa, 11 September 2007 @ sunset ( Resmi Pemerintah ) Rabu, 12 September 2007 ( kriteria Danjon )
|
|
Selasa, 11 September 2007 @ sunset RHI Yogyakarta : Kegiatan rukyat dilakukan di atap Saphir Square Yogyakarta diikuti juga oleh BHR DIY, PPMI Assalam Solo, RHI Solo, perwakilan ormas dan beberapa klub astronomi. (Hilal Tidak Tampak) RHI Kebumen : Sdr. Marufin melaporkan hilal tidak nampak.
Rabu, 12 September @ sunset RHI Yogyakarta : Dari Bukit Bela-belu Parangkusumo dilaporkan hilal terlihat pada pukul 17:52 WIB selama beberapa saat menggunakan binokuler.
RHI Kebumen : Sdr. Marufin dari Bukit Logending Pantai Ayah Kebumen melaporkan hilal tidak nampak, mendung.
Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Internasional Ramadhan 1428 H
|
|
Original Site : http://icoproject.org by Mohd. Odeh - Jordania
|
|
Original Site : http://moonsighting.com by Dr. Monzur Ahmed |
|