| Home | Sekilas | Vibilitas | Hisab-Rukyat | Kalender | Gerhana | JadwalShalat | Kiblat | Artikel | Links | Galeri | Software | Tamu |

 

 

Visibilitas Hilal Awal Bulan

Jumadil Awal 1429 H

 


|||||||| Muharram | Shafar | Rabiul Awal | Rabiul Akhir | Jumadil Awal | Jumadil Akhir | Rajab| Syaban | Ramadhan | Syawal | Zulqaidah | Zulhijjah ||||||||


 

Isi halaman ini :

Ijtimak / Konjungsi Awal Bulan

Peta Ketinggian Hilal di Wilayah Indonesia

Prediksi Awal Bulan menurut Berbagai Kriteria

Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Indonesia

Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Internasional


Ijtimak / Konjungsi Awal Bulan

Jumadil Awal 1429 H

Pada : Senin, 5 Mei 2008 @ 19:20 WIB / 20:20 WITA / 21:20  WIT  / 12:20 UT

 

Visibilitas (kenampakan) Hilal pada hari terjadinya Ijtimak selepas matahari terbenam di seluruh dunia khususnya kawasan Indonesia ditunjukkan pada gambar peta di bawah.  Peta visibilitas mengacu pada Kriteria Odeh yang mengadopsi Limit Danjon sebesar 6° yaitu syarat ketinggian hilal agar terlihat dengan mata telanjang. Kriteria tersebut dikemas dalam sebuah software Accurate Times yang menjadi acuan pembuatan peta visibilitas ini.

 

Grafis dibuat dengan Coreldraw X3

  1. Sangat tidak mungkin daerah yang berada di bawah arsiran MERAH dapat menyaksikan hilal, sebab pada saat itu bulan  terbenam lebih dulu sebelum matahari terbenam atau ijtimak lokal (topocentric conjunction) terjadi setelah matahari terbenam.

  2. Daerah yang berada pada area BIRU TUA (tak berarsiran) juga  tidak memiliki peluang menyaksikan hilal walaupun menggunakan peralatan optik (binokuler/teropong) sekalipun, sebab kedudukan hilal masih sangat rendah ( <6° ) dan terang cakram bulan masih terlalu kecil sehingga cahaya hilal tidak mungkin teramati.

  3. Hilal baru mungkin dapat teramati menggunakan peralatan optik pada area di bawah arsiran BIRU MUDA. Pada area ini pun masih sangat sulit karena dibutuhkan kondisi langit yang sangat cerah terutama di langit Barat.

  4. Wilayah yang berada dalam arsiran UNGU hanya dapat menyaksikan hilal menggunakan peralatan optik sedangkan untuk melihat langsung dengan mata diperlukan kondisi cuaca yang sangat cerah dan ketelitian pengamatan.

  5. Hilal dengan mudah dapat disaksikan pada area di bawah arsiran HIJAU baik menggunakan mata langsung maupun terlebih menggunakan peralatan optik dengan syarat kondisi udara dan cuaca cukup baik.

  6. Peta ini dibuat dan hanya berlaku untuk daerah 60° Lintang Utara sampai 60°Lintang Selatan.

 


 

Peta Ketinggian Hilal di Wilayah Indonesia

Jumadil Awal 1429 H

 

Tanggal Rukyatul Hilal :

Senin, 5 Mei 2008 @ sunset ( Kriteria MABIMS )

Selasa, 6 Mei 2008 @ sunset ( Kriteria Danjon )

 

 

 

GARIS KETINGGIAN HILAL DI INDONESIA

Garis ketinggian hilal di wilayah Indonesia pada hari pertama terjadinya ijtimak/konjungsi.

 


 

Prediksi Awal Bulan Menurut Berbagai Kriteria

Jumadil Awal 1429 H

1. Menurut Kriteria Rukyat Hilal ( Limit Danjon )

Melihat lokasi Indonesia menurut peta visibilitas di atas, kalau Kriteria Limit Danjon diberlakukan maka semua wilayah Indonesia tidak mungkin menyaksikan hilal pada hari pertama terjadinya Ijtimak pada saat  setelah matahari terbenam sebagian wilayah RI hilal masih di bawah ufuk dan di tempat lain masih jauh di bawah Limit Danjon. Hilal baru mungkin dirukyat pada hari kedua ijtimak/konjungsi. Dengan demikian awal bulan akan jatuh pada :

Rabu, 7 Mei 2008

 


 

2. Menurut Kriteria Imkanur Rukyat

 

Pemerintah RI melalui pertemuan Menteri-menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) menetapkan kriteria yang disebut Imkanur Rukyah yang dipakai secara resmi untuk penentuan awal bulan bulan pada  Kalender Islam negara-negara tersebut yang menyatakan :  

 

Hilal dianggap terlihat  dan keesokannya ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah berikutnya apabila memenuhi salah satu syarat-syarat berikut:

(1)· Ketika matahari terbenam, ketinggian bulan di atas horison tidak kurang dari 2° dan

(2). Jarak lengkung bulan-matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3°. Atau 

(3)· Ketika bulan terbenam, umur bulan tidak kurang dari 8 jam selepas ijtimak berlaku. 

 

Menurut Peta Ketinggian Hilal di atas pada hari pertama ijtimak/konjungsi ketiga syarat tersebut belum terpenuhi. Dengan demikian istikmal diberlakukan sehingga awal bulan akan jatuh pada :

Rabu, 7 Mei 2008

 


 

3. Menurut Kriteria Wujudul Hilal

 

Kriteria Wujudul Hilal dalam penentuan awal bulan Hijriyah  menyatakan  bahwa : "Jika setelah terjadi ijtimak, bulan terbenam setelah terbenamnya matahari maka malam itu  ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah tanpa melihat berapapun sudut ketinggian bulan saat matahari terbenam. Berdasarkan posisi hilal saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia maka syarat wujudul hilal belum terpenuhi di wilayah Indonesia.  Dengan demikian awal bulan akan jatuh pada :

Rabu, 7 Mei 2008

 


 

4. Menurut Kriteria Kalender Hijriyah Global

 

 

Universal Hejri Calendar (UHC) merupakan Kalender Hijriyah Global usulan dari Komite Mawaqit dari Arab Union for Astronomy and Space Sciences (AUASS) berdasarkan hasil Konferensi Ke-2 Atronomi Islam di Amman Jordania pada tahun 2001. Kalender universal ini membagi wilayah dunia menjadi 2 region sehingga sering disebut Bizonal Hejri Calendar. Zona Timur meliputi  180° BT ~ 20° BB sedangkan Zona Barat meliputi 20° BB ~ Benua Amerika. Adapun kriteria yang digunakan tetap mengacu pada visibilitas hilal (Limit Danjon).

 

Baik zona Timur maupun Barat tidak berpeluang untuk dapat  rukyat pada hari pertama terjadinya Ijtimak walau harus menggunakan peralatan optik. Dengan demikian awal bulan di masing-masing zona akan jatuh pada :

 

Zona Timur :  

Selasa, 6 Mei 2008

 

 

 Zona Barat :  

Rabu, 7 Mei 2008

 

 


 

5. Menurut Kriteria Rukyat Hilal Saudi

 

Kurangnya pemahaman terhadap perkembangan dan modernisasi ilmu falak yang dimiliki oleh para perukyat sering menyebabkan terjadinya kesalahan identifikasi terhadap obyek yang disebut "hilal" baik yang "sengaja salah" maupun yang tidak disengaja. Klaim terhadap kenampakan hilal oleh seeorang atau kelompok perukyat pada saat hilal masih berada di bawah "limit visibilitas" atau bahkan saat hilal sudah di bawah ufuk sering terjadi.  Sudah bukan berita baru lagi bahwa Saudi kerap kali melakukan istbat terhadap laporan rukyat yang "kontroversi".

Kalender resmi Saudi yang dinamakan "Ummul Qura" yang telah berkali-kali mengganti kriterianya hanya diperuntukkan sebagai kalender untuk kepentingan non ibadah. Sementara untuk ibadah Saudi tetap menggunakan rukyat hilal sebagai dasar penetapannya. Sayangnya penetapan ini sering hanya  berdasarkan pada laporan rukyat dari seseorang tanpa terlebih dahulu melakukan klarifikasi dan konfirmasi terhadap kebenaran laporan tersebut apakah sesuai dengan perhitungan  astronomis modern yang memiliki tingkat akurasi tinggi.

 

 

 

Kalender Ummul Qura' :

Kalender ini digunakan Saudi bagi kepentingan publik non ibadah. Kriteria yang digunakan adalah "Telah terjadi ijtimak dan bulan terbenam setelah matahari terbenam di Makkah" maka sore itu dinyatakan sebagai awal bulan baru.

Pada hari pertama ijtimak/konjungsi kondisinya belum memenuhi syarat.

Dengan demikian awal bulan akan jatuh pada :

Selasa, 6 Mei 2008

 

Kriteria Rukyatul Hilal Saudi :

Rukyatul hilal digunakan Saudi khusus untuk penentuan bulan awal Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah. Kaidahnya sederhana "Jika ada laporan rukyat dari seorang atau lebih pengamat/saksi yang dianggap jujur dan bersedia disumpah maka sudah cukup sebagai dasar untuk menentukan awal bulan tanpa perlu perlu dilakukan uji sains terhadap kebenaran laporan tersebut".

Tidak ada peluang rukyat Saudi pada hari pertama ijtimak.  Dengan demikian awal bulan akan jatuh pada :

Rabu, 7 Mei 2008

 

Namun jika ada klaim rukyatul hilal pada hari Ijtimak  maka awal bulan akan jatuh pada:

Selasa, 6 Mei 2008

 

[[ Klik! Daftar Lengkap Prediksi Awal Bulan Saudi ]]

 

 


 

6. Kriteria Awal Bulan Negara Lain

 

Seperti kita ketahui secara resmi Indonesia bersama Malaysia, Brunei dan Singapura lewat pertemuan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) telah menyepakati sebuah kriteria bagi penetapan awal bulan Komariyahnya yang dikenal dengan "Kriteria Imkanurrukyat MABIMS" yaitu umur bulan > 8 jam, tinggi bulan > 2° dan elongasi > 3°.

Menurut catatan Moonsighting Committee Worldwide ternyata penetapan awal bulan ini berbeda-beda di tiap-tiap negara. Ada yang masih teguh mempertahankan rukyat bil fi'li ada pula yang mulai beralih menggunakan hisab atau kalkulasi. Berikut ini beberapa gambaran penetapan awal bulan Komariyah yang resmi digunakan di beberapa negara :

 

1.  Rukyatul Hilal berdasarkan kesaksian Perukyat/Qadi serta pengkajian ulang terhadap hasil rukyat.

      Antara lain masih diakukan oleh negara : Banglades, India, Pakistan, Oman, Maroko dan Trinidad.

 

2.  Hisab dengan kriteria bulan terbenam setelah Matahari dengan  diawali ijtimak terlebih dahulu (moonset after sunset)

      Kriteria ini digunakan oleh  Saudi Arabia pada kalender Ummul Qura namun khusus untuk Ramadhan, Syawwal dan

      Zulhijjah menggunakan pedoman rukyat.

 

3.  Mengikuti Saudi Arabia misalnya negara : Qatar, Kuwait, Emirat Arab, Bahrain, Yaman dan Turki, Iraq, Yordania,

       Palestina, Libanon dan Sudan.

 

4.  Hisab bulan terbenam minimal 5 menit setelah matahari terbenam dan terjadi setelah ijtimak  digunakan oleh Mesir.

 

5.  Menunggu berita dari negeri tetangga --> diadopsi oleh Selandia Baru  mengikuti  Australia dan Suriname mengikuti

      negara Guyana.

 

6.  Mengikuti negara Muslim yang pertama kali berhasil rukyat  --> Kepulauan Karibia

 

7.  Hisab dengan kriteria umur bulan, ketinggian bulan atau selisih waktu terbenamnya bulan dan matahari -->

      diadopsi oleh Algeria, Tuki dan Tunisia.

 

8.  Ijtimak Qablal Fajr atau terjadinya ijtimak sebelum fajar  diadopsi oleh negara Libya.

 

9.  Ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam di Makkah dan bulan terbenam sesudah matahari terbenam di Makkah -->

      diadopsi oleh komunitas muslim di Amerika Utara dan Eropa

 

10.  Nigeria dan beberapa negara lain tidak tetap menggunakan satu kriteria dan berganti dari tahun ke tahun

 

11.  Menggunakan Rukyat : Namibia, Angola, Zimbabwe, Zambia, Mozambique, Botswana, Swaziland dan  Lesotho.

 

11.  Jamaah Ahmadiyah, Bohra, Ismailiyah serta beberapa jamaah lainnya masih menggunakan hisab urfi

 

 


Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Indonesia

Jumadil Awal 1429 H

 

Tanggal Rukyatul Hilal :

Senin, 5 Mei 2008 @ sunset ( Kriteria MABIMS )

Selasa, 6 Mei 2008 @ sunset ( Kriteria Danjon )

 

 

 

DOWNLOAD LAPORAN RUKYATUL HILAL

 


Senin, 5 Mei 2008 @ sunset ( Kriteria MABIMS )

 RHI Yogyakarta

Mutoha: GAGAL

Hari ini tidak dilakukan rukyatul hilal dikarenakan posisi hilal masih di bawah ufuk saat matahari terbenam. Data hisab dengan markaz Parangkusumo menunjukkan : Sunset pukul 17:29 WIB sedangkan Moonset terjadi pada pukul 17:11. Posisi hilal 4°51' di bawah ufuk Mar'i saat matahari terbenam.

 

  RHI Solo - Surakarta

 Pak AR: GAGAL

Saya maleporkan hasil observasi Hilal Tua bulan Rabiul Akhir 1429 H: Laporan I: Ahad, 4 Mei 2008, saya berhasil melihat Hilal Tua R-Akhir 1429 H. selengkapnya ada di Link:
http://blogcasa. wordpress. com/2008/ 05/04/hilal- tua-27-rakhir- 1429/
Lapotran II: Senin, 5 Mei 2008, saya gagal melihat Hilal Tua R-Akhir 1429 H. selengkapnya ada di Link:
http://pakarfisika. wordpress. com/2008/ 05/05/memburu- pantulan- sang-surya/
atau http://blogcasa. wordpress. com/2008/ 05/05/hilal- tua-rabiul- akhir-1429- h/
Demikian, semoga rekan2 yang bisa sukses di hari II.
Alhamdulillah
Pak AR di Solo http://blogcasa. wordpress. com/

 


 

Selasa, 6 Mei 2008 @ sunset ( Kriteria Danjon )

 RHI Yogyakarta

Mutoha: GAGAL

Hari ini telah dilaksanakan Rukyatul Hiulal bertempat di Pantai Parangkusumo Yogyakarta. Sekitar 30 orang dari Tim Rukyat PWNU DIY berangkat ke Lokasi dengan 2 buah mobil diantaranya dari rombongan PCNU Kab. Sleman, PCNU Kab. Gunungkidul dan PCNU Kabupaten Bantul. Namun sayang dikarenakan langit Barat tertutup oleh mendung yang cukup tebal, bahkan sebelumnya sempat hujan deras saat berangkat ke lokasi hilal tidak dapat dirukyat sore itu.

 

 

 RHI Solo / Surakarta

Pak AR: GAGAL

Langit Solo dan Klaten mendung total hilal awal Jumadil Ula tidak terlihat. (SMS)

 

 RHI Gresik

Ibnoe Zahid Abdo el-Moeid: BERHASIL RUKYAT!!

 

Assalamu Alaikum Wa al-Rohmah Wa al-Barokah

 Maaf pak mutoha, modem saya lagi dipinjam teman jadi tidak bisa langsung kirim informasi rukyat hari ini

6 Mei 2008. Sekarang baru bisa kirim

 Rukyat hari ini, Selasa Wage 6 Mei 2008 di Balai Rukyat Lajnah Falakiyah NU Gresik

Bujur 112 37 2.5 BT  Lintang 7 10 11.1 LS ketinggian 120 meter

 Peserta rukyat sekitar 20 orang

 Alhamdulillah kami berhasil melihat hilal dan bisa mengabadikannya.

Hilal pertama terlihat pada pukul 17:30:36 WIB dengan azimut 296° 15 '40'' Altitude 06° 07' 00''

dan terakhir terlihat pada pukul 17:38:54 WIB dengan azimut 295° 56 '20'' Altitude 04° 22' 25''

setelah waktu tersebut kami tidak bisa mengamatinya karena mendung

bersama ini juga saya sertakan 2 file hasil jepretan kami

 Mudah-mudahan bermanfaat

 

 

 

 

 

Wassalamu Alaikum Wa al-Rohmah Wa al-Barokah

Ibnoe Zahid Abdo el-Moeid

 

 

 

 

 


 

Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Internasional

Jumadil Awal 1429 H

 

 

 

 

 

GLOBAL CRESCENT DIAGRAM FOR JUMADIL AWAL 1429 AH

 

 

 

Original Site : http://icoproject.org  by Mohd. Odeh - Jordania

 

 

Original Site : http://moonsighting.com  by Dr. Monzur Ahmed

 

 

Original Site : http://www.hilalsighting.org/  by  Dr. Salman Shaikh

 

[ Ke Atas ]

 

Tahun 1429 Hijriyah


|||||||| Muharram | Shafar | Rabiul Awal | Rabiul Akhir | Jumadil Awal | Jumadil Akhir | Rajab| Syaban | Ramadhan | Syawal | Zulqaidah | Zulhijjah ||||||||

 

 

Oleh:  Mutoha Arkanuddin (C) 2006-2008 Rukyatul Hilal Indonesia (RHI) - Anggota BHR DIY - Member ICOP - Ketua JAC

Penyuntingan terhadap setiap materi dalam situs ini harus mendapat persetujuan webmaster email  info@rukyatulhilal.org

 " Menuju Lahirnya Sistem Tunggal Penanggalan Islam di Indonesia "