|
| Home | Sekilas | Vibilitas | Hisab-Rukyat | Kalender | Gerhana | JadwalShalat | Kiblat | Artikel | Links | Galeri | Software | Tamu | |
|
|
|
|
|
Visibilitas Hilal Awal Bulan Syaban 1429 H
|||||||| Muharram | Shafar | Rabiul Awal | Rabiul Akhir | Jumadil Awal | Jumadil Akhir | Rajab| Syaban | Ramadhan | Syawal | Zulqaidah | Zulhijjah ||||||||
Isi halaman ini : Ijtimak / Konjungsi Awal Bulan Peta Ketinggian Hilal di Wilayah Indonesia Prediksi Awal Bulan menurut Berbagai Kriteria Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Indonesia Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Internasional
Ijtimak / Konjungsi Awal Bulan Syaban 1429 H Jumat, 1 Agustus 2008 @ 18:14 WIB / 19:14 WITA / 20:14 WIT / 11:14 UT
Visibilitas (kenampakan) Hilal pada hari terjadinya Ijtimak selepas matahari terbenam di seluruh dunia khususnya kawasan Indonesia ditunjukkan pada gambar peta di bawah. Peta visibilitas mengacu pada Kriteria Odeh yang mengadopsi Limit Danjon sebesar 7° yaitu jarak minimal elongasi Bulan dan Matahari agar hilal dapat diamati baik menggunakan alat optik maupun mata telanjang. Kriteria tersebut dikemas dalam sebuah software Accurate Times yang menjadi acuan pembuatan peta visibilitas ini.
Grafis dibuat dengan Coreldraw X3
Peta Ketinggian Hilal di Wilayah Indonesia Syaban 1429 H
Tanggal Rukyatul Hilal : Jumat, 1 Agustus 2008 @ sunset ( Kriteria MABIMS ) Sabtu, 2 Agustus 2008 @ sunset ( Kriteria Danjon )
Hari pertama konjungsi/ijtimak di Indonesia
Hari kedua konjungsi/ijtimak di indonesia
Prediksi Awal Bulan Menurut Berbagai Kriteria Syaban 1429 H 1. Menurut Kriteria Rukyat Hilal ( Limit Danjon )
Minggu, 3 Agustus 2008
2. Menurut Kriteria Imkanur Rukyat
Hilal dianggap terlihat dan keesokannya ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah berikutnya apabila memenuhi salah satu syarat-syarat berikut: (1)· Ketika matahari terbenam, ketinggian bulan di atas horison tidak kurang dari 2° dan (2). Jarak lengkung bulan-matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3°. Atau (3)· Ketika bulan terbenam, umur bulan tidak kurang dari 8 jam selepas ijtimak berlaku.
Menurut Peta Ketinggian Hilal di atas pada hari pertama ijtimak/konjungsi tak satupun ketiga syarat tersebut terpenuhi. Dengan demikian istikmal dan awal bulan akan jatuh pada : Minggu, 3 Agustus 2008
3. Menurut Kriteria Wujudul Hilal
Minggu, 3 Agustus 2008
4. Menurut Kriteria Kalender Hijriyah Global
Baik zona Timur maupun Barat sama-sama berpeluang untuk berhasil rukyat pada hari pertama terjadinya Ijtimak walau harus menggunakan peralatan optik. Dengan demikian awal bulan di masing-masing zona akan jatuh pada :
Zona Timur : Minggu, 3 Agustus 2008
Zona Barat : Minggu, 3 Agustus 2008
5. Menurut Kriteria Rukyat Hilal Saudi
Kurangnya pemahaman terhadap perkembangan dan modernisasi ilmu falak yang dimiliki oleh para perukyat sering menyebabkan terjadinya kesalahan identifikasi terhadap obyek yang disebut "hilal" baik yang "sengaja salah" maupun yang tidak disengaja. Klaim terhadap kenampakan hilal oleh seeorang atau kelompok perukyat pada saat hilal masih berada di bawah "limit visibilitas" atau bahkan saat hilal sudah di bawah ufuk sering terjadi. Sudah bukan berita baru lagi bahwa Saudi kerap kali melakukan istbat terhadap laporan rukyat yang "kontroversi". Kalender resmi Saudi yang dinamakan "Ummul Qura" yang telah berkali-kali mengganti kriterianya hanya diperuntukkan sebagai kalender untuk kepentingan non ibadah. Sementara untuk ibadah Saudi tetap menggunakan rukyat hilal sebagai dasar penetapannya. Sayangnya penetapan ini sering hanya berdasarkan pada laporan rukyat dari seseorang tanpa terlebih dahulu melakukan klarifikasi dan konfirmasi terhadap kebenaran laporan tersebut apakah sesuai dengan perhitungan astronomis modern yang memiliki tingkat akurasi tinggi.
Kalender Ummul Qura' : Kalender ini digunakan Saudi bagi kepentingan publik non ibadah. Kriteria yang digunakan adalah "Telah terjadi ijtimak dan bulan terbenam setelah matahari terbenam di Makkah" maka sore itu dinyatakan sebagai awal bulan baru. Pada hari pertama ijtimak/konjungsi kondisinya sudah memenuhi syarat. Dengan demikian awal bulan akan jatuh pada :
Sabtu, 2 Agustus 2008
Kriteria Rukyatul Hilal Saudi : Rukyatul hilal digunakan Saudi khusus untuk penentuan bulan awal Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah. Kaidahnya sederhana "Jika ada laporan rukyat dari seorang atau lebih pengamat/saksi yang dianggap jujur dan bersedia disumpah maka sudah cukup sebagai dasar untuk menentukan awal bulan tanpa perlu perlu dilakukan uji sains terhadap kebenaran laporan tersebut". Tidak ada peluang rukyat di Saudi pada hari pertama ijtimak (1/8) karena hilal masih dibawah Limit Danjon. Dengan demikian awal bulan akan jatuh pada : Minggu, 3 Agustus 2008
[[ Klik! Daftar Lengkap Prediksi Awal Bulan Saudi ]]
6. Kriteria Awal Bulan Negara Lain
Seperti kita ketahui secara resmi Indonesia bersama Malaysia, Brunei dan Singapura lewat pertemuan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) telah menyepakati sebuah kriteria bagi penetapan awal bulan Komariyahnya yang dikenal dengan "Kriteria Imkanurrukyat MABIMS" yaitu umur bulan > 8 jam, tinggi bulan > 2° dan elongasi > 3°. Menurut catatan Moonsighting Committee Worldwide ternyata penetapan awal bulan ini berbeda-beda di tiap-tiap negara. Ada yang masih teguh mempertahankan rukyat bil fi'li ada pula yang mulai beralih menggunakan hisab atau kalkulasi. Berikut ini beberapa gambaran penetapan awal bulan Komariyah yang resmi digunakan di beberapa negara :
1. Rukyatul Hilal berdasarkan kesaksian Perukyat/Qadi serta pengkajian ulang terhadap hasil rukyat. Antara lain masih diakukan oleh negara : Banglades, India, Pakistan, Oman, Maroko dan Trinidad.
2. Hisab dengan kriteria bulan terbenam setelah Matahari dengan diawali ijtimak terlebih dahulu (moonset after sunset) Kriteria ini digunakan oleh Saudi Arabia pada kalender Ummul Qura namun khusus untuk Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah menggunakan pedoman rukyat.
3. Mengikuti Saudi Arabia misalnya negara : Qatar, Kuwait, Emirat Arab, Bahrain, Yaman dan Turki, Iraq, Yordania, Palestina, Libanon dan Sudan.
4. Hisab bulan terbenam minimal 5 menit setelah matahari terbenam dan terjadi setelah ijtimak digunakan oleh Mesir.
5. Menunggu berita dari negeri tetangga --> diadopsi oleh Selandia Baru mengikuti Australia dan Suriname mengikuti negara Guyana.
6. Mengikuti negara Muslim yang pertama kali berhasil rukyat --> Kepulauan Karibia
7. Hisab dengan kriteria umur bulan, ketinggian bulan atau selisih waktu terbenamnya bulan dan matahari --> diadopsi oleh Algeria, Tuki dan Tunisia.
8. Ijtimak Qablal Fajr atau terjadinya ijtimak sebelum fajar diadopsi oleh negara Libya.
9. Ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam di Makkah dan bulan terbenam sesudah matahari terbenam di Makkah --> diadopsi oleh komunitas muslim di Amerika Utara dan Eropa
10. Nigeria dan beberapa negara lain tidak tetap menggunakan satu kriteria dan berganti dari tahun ke tahun
11. Menggunakan Rukyat : Namibia, Angola, Zimbabwe, Zambia, Mozambique, Botswana, Swaziland dan Lesotho.
11. Jamaah Ahmadiyah, Bohra, Ismailiyah serta beberapa jamaah lainnya masih menggunakan hisab urfi.
Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Indonesia Syaban 1429 H
DOWNLOAD LAPORAN RUKYATUL HILAL
Jumat, 1 Agustus 2008 @ sunset ( Kriteria MABIMS / Danjon )
▄ RHI Yogyakarta
Sabtu, 2 Agustus 2008 @ sunset ( Hari ke-2 Ijtimak )
▄ RHI Yogyakarta
Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Internasional Syaban 1429 H
Original Site : http://icoproject.org by Mohd. Odeh - Jordania
Original Site : http://moonsighting.com by Dr. Monzur Ahmed
Original Site : http://www.hilalsighting.org/ by Dr. Salman Shaikh
[ Ke Atas ]
Tahun 1429 Hijriyah |||||||| Muharram | Shafar | Rabiul Awal | Rabiul Akhir | Jumadil Awal | Jumadil Akhir | Rajab| Syaban | Ramadhan | Syawal | Zulqaidah | Zulhijjah |||||||| |
|
|
|
|
|
Oleh: Mutoha Arkanuddin (C) 2006-2008 Rukyatul Hilal Indonesia (RHI) - Anggota BHR DIY - Member ICOP - Ketua JAC Penyuntingan terhadap setiap materi dalam situs ini harus mendapat persetujuan webmaster email info@rukyatulhilal.org " Menuju Lahirnya Sistem Tunggal Penanggalan Islam di Indonesia "
|