| Home | Sekilas | Vibilitas | Hisab-Rukyat | Kalender | Gerhana | JadwalShalat | Kiblat | Artikel | Links | Galeri | Software | Tamu |

HAFAR 1427 H

 

 

 

 

Visibilitas Hilal

 

Kalender Islam ditentukan berdasarkan penampakan hilal (bulan sabit pertama) sesaat sesudah matahari terbenam. Alasan utama dipilihnya kalender bulan (komariyah) -- walau tidak dijelaskan di dalam Hadits maupun Al-Qur'an -- nampaknya karena alasan kemudahan dalam menentukan awal bulan dan kemudahan dalam mengenali tanggal dari perubahan bentuk (fase) bulan. Ini berbeda dari kalender syamsiah (kalender matahari) yang menekankan pada keajegan (konsistensi) terhadap perubahan musim, tanpa memperhatikan tanda perubahan hariannya. Karena kemudahan itu -- orang awam pun bisa menentukan kapan pergantian bulan -- sistem kalender tradisional banyak yang bertumpu pada kalender bulan. Pada masyarakat yang menghendaki adanya penyesuaian dengan musim, diadakan sistem kalender gabungan: qamari-syamsiah (luni-solar calendar), seperti kalender Yahudi dan kalender Arab sebelum masa kerasulan Muhammad SAW. Pada sistem gabungan ini ada bulan ketiga belas setiap 3 tahun agar kalender qamariah tetap sesuai dengan musim. Nama bulan pun disesuaikan dengan nama musimnya, seperti Ramadan yang semula berarti bulan musim panas terik. Dalam ajaran Islam penambahan bulan itu (disebut nasi) dilarang karena biasanya bulan ke-13 itu diisi dengan upacara atau pesta yang dipandang sesat (Al-Qur'an S. 9:37).

Karena waktu ibadah sifatnya lokal, penentuannya yang berdasarkan penampakan hilal memang merupakan cara yang termudah. Masyarakat di suatu tempat cukup memperhatikan kapan hilal teramati untuk menentukan saat ibadah puasa Ramadan, beridul fitri, beridul adha, atau saat berhaji (khusus di daerah sekitar Mekkah). Seandainya cuaca buruk, Nabi Muhammad SAW memberikan petunjuk praktis: genapkan bulan sekarang menjadi 30 hari, karena tidak mungkin bulan qamariyah lebih dari 30 hari. Tentunya ini menuntut pengamatan hilal yang lalu. Karena sifatnya lokal, apapun keputusan di suatu daerah sah berlaku untuk daerah itu. Daerah lain mungkin saja berbeda.

 

 

Data Visibilitas Hilal (1427 - 1433)

 

1427 H

1428 H 1429 H 1430 H 1431 H 1432 H 1433 H

محرّم

Muharram

محرّم

Muharram

محرّم

Muharram

محرّم

Muharram

محرّم

Muharram

محرّم

Muharram

محرّم

Muharram

صفر

Shafar

صفر

Shafar

صفر

Shafar

صفر

Shafar

صفر

Shafar

صفر

Shafar

صفر

Shafar

ربيع الأول

Rabiul Awal

ربيع الأول

Rabiul Awal

ربيع الأول

Rabiul Awal

ربيع الأول

Rabiul Awal

ربيع الأول

Rabiul Awal

ربيع الأول

Rabiul Awal

ربيع الأول

Rabiul Awal

ربيع الآخر

Rabiul Akhir

ربيع الآخر

Rabiul Akhir

ربيع الآخر

Rabiul Akhir

ربيع الآخر

Rabiul Akhir

ربيع الآخر

Rabiul Akhir

ربيع الآخر

Rabiul Akhir

ربيع الآخر

Rabiul Akhir

جمادى الأول

Jumadil Awal

جمادى الأول

Jumadil Awal

جمادى الأول

Jumadil Awal

جمادى الأول

Jumadil Awal

جمادى الأول

Jumadil Awal

جمادى الأول

Jumadil Awal

جمادى الأول

Jumadil Awal

جمادى الآخر

Jumadil Akhir

جمادى الآخر

Jumadil Akhir

جمادى الآخر

Jumadil Akhir

جمادى الآخر

Jumadil Akhir

جمادى الآخر

Jumadil Akhir

جمادى الآخر

Jumadil Akhir

جمادى الآخر

Jumadil Akhir

رجب

Rajab

رجب

Rajab

رجب

Rajab

رجب

Rajab

رجب

Rajab

رجب

Rajab

رجب

Rajab

شعبان

Syaban

شعبان

Syaban

شعبان

Syaban

شعبان

Syaban

شعبان

Syaban

شعبان

Syaban

شعبان

Syaban

رمضان

Ramadhan

رمضان

Ramadhan

رمضان

Ramadhan

رمضان

Ramadhan

رمضان

Ramadhan

رمضان

Ramadhan

رمضان

Ramadhan

شوّال

Syawwal

شوّال

Syawwal

شوّال

Syawwal

شوّال

Syawwal

شوّال

Syawwal

شوّال

Syawwal

شوّال

Syawwal

ذو القعدة

Zulqaidah

ذو القعدة

Zulqaidah

ذو القعدة

Zulqaidah

ذو القعدة

Zulqaidah

ذو القعدة

Zulqaidah

ذو القعدة

Zulqaidah

ذو القعدة

Zulqaidah

ذو الحجة

Zulhijjah

ذو الحجة

Zulhijjah

ذو الحجة

Zulhijjah

ذو الحجة

Zulhijjah

ذو الحجة

Zulhijjah

ذو الحجة

Zulhijjah

ذو الحجة

Zulhijjah

 

 

Peta Visibilitas Hilal Tahun 2007

 

Daerah-daerah dimana diperkirakan hilal untuk pertama kalinya dapat terlihat pada tanggal dan umur bulan setelah ijtimak/konjungsi.  Astronom menggunakan kriteria visibilitas dengan menghitung fraksi cahaya bulan yang mendapat sinar matahari atau sering disebut iluminasi minimal sebesar 1%.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

[ Ke Atas ]

 

 

Oleh:  Mutoha - Anggota BHR DIY - koord. Jogja Astro Club (JAC)  - Member  Islamic Crescent's Observation Project (ICOP)

 " Menuju Obsesi Lahirnya Sistem Tunggal Penanggalan Islam di Indonesia "

Milis :  http://groups.yahoo.com/group/rukyatulhilal/

Kunjungan : 

sejak 1 Muharram 1427 H