| HOME | PROFILE | VISI DAN MISI | ANGGOTA | KEGIATAN | GALERI | PERALATAN | DOWNLOAD | DONASI | KEDAI | BUKU TAMU |

Konjungsi (ijtimak) akhir bulan Zulqaidah 1431 H jatuh pada Sabtu Pon, 6 November 2010 pukul 11:54 WIB. Tinggi hilal di Yogyakarta pada saat Matahari terbenam 1° 17' dia atas ufuk mar'i.

VISIBILITAS HILAL

Awal bulan Zulhijjah 1431 Hijriyah

Diposting oleh : admin

Pada 1 November 2010

 

Sabtu (6/11/10) bertepatan dengan 29 Zulqaidah 1431 H merupakan saat pelaksanaan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Zulhijjah tahun 1431 Hijriyah. Sore ini untuk wilayah Yogyakarta, Matahari terbenam pada pukul 17:35 WIB pada azimuth 253°42'. Tinggi bulan saat Matahari terbenam 1°17' di atas ufuk pada azimuth 249°32' dengan posisi berada di kiri-atas Matahari.  Bulan terbenam 7 menit setelah Matahari yaitu pada pada 17:42 WIB. Secara astronomis pada ketinggian seperti ini mustahil hilal dapat dirukyat.

Tim Rukyat RHI Yogyakarta merencanakan akan melakukan rukyatul hilal di POB Bela-belu,i Parangkusumo Yogyakarta pada Sabtu, 6 November 2010  bersama Tim BHR DIY. Namun demikian pada hari berikutnya yaitu Minggu, 7 November 2010 rukyat kembali akan dilakukan dari lokasi yang sama. Rukyat hilal kali juga direncanakan akan disiarkan secara live via internet. Hasil Streaming rukyatul hilal ini dapat dilihat di website berikut :  http://rukyatulhilal.org/hilal.

Seperti kita ketahui, penetapan awal Zulhijjah adalah sangat penting. Hal ini terkait ditetapkannya tanggal 9 Zulhijjah sebagai Hari Arafah dan 10 Zulhijjah sebagai Hari Raya Idul Adha. Seperti pernah juga terjadi sebelumnya, penetapan Idul Adha kali ini diperkirakan akan bermasalah, sebab Muhammadiyah secara resmi sudah mengumumkan Idul Adha jatuh pada 16 November 2010 sementara pemerintah tetap masih menunggu hasil rukyat yang akan diumumkan pada Sidang Itsbat. Diperkirakan keputusan itsbat ini justru akan menetapkan Idul Adha akan jatuh pada Rabu, 17 November 2010 seperti yang tercantum dalam banyak kalender yang beredar di masyarakat.


Konjungsi /Ijtimak Awal Bulan (New Moon)

Terjadi pada :

Sabtu Pon, 6 November 2010 @ 11:54 WIB - 12:54 WITA - 13:54  WIT atau 04:54 UT

 

Visibilitas (kenampakan) Hilal pada hari terjadinya Ijtimak selepas matahari terbenam di seluruh dunia khususnya kawasan Indonesia ditunjukkan pada gambar peta di bawah ini.  Peta visibilitas mengacu pada Kriteria Odeh yang mengadopsi Limit Danjon sebesar 7° elongasi Bulan-Matahari yaitu syarat hilal agar terlihat dengan mata telanjang. Kriteria tersebut dikemas dalam sebuah software Accurate Times yang menjadi acuan pembuatan peta visibilitas ini.

 

KETERANGAN :

  • Sangat tidak mungkin daerah yang berada di bawah arsiran MERAH (E) dapat menyaksikan hilal, sebab pada saat itu Bulan  terbenam lebih dulu sebelum Matahari terbenam.

  • Daerah yang berada pada area BIRU TUA (D) (tak berarsiran) juga  tidak memiliki peluang menyaksikan hilal walaupun menggunakan peralatan optik (binokuler/teropong) sekalipun, sebab kedudukan hilal masih sangat rendah ( <6° ) dan terang cakram bulan masih terlalu kecil sehingga cahaya hilal tidak mungkin teramati.

  • Hilal baru mungkin dapat teramati menggunakan peralatan optik pada area di bawah arsiran BIRU MUDA (C). Pada area ini pun masih sangat sulit karena dibutuhkan kondisi langit yang sangat cerah terutama di langit Barat.

  • Wilayah yang berada dalam arsiran UNGU (B) hanya dapat menyaksikan hilal menggunakan peralatan optik sedangkan untuk melihat langsung dengan mata diperlukan kondisi cuaca yang sangat cerah dan ketelitian pengamatan.

  • Hilal dengan mudah dapat disaksikan pada area di bawah arsiran HIJAU (A) baik menggunakan mata langsung maupun terlebih menggunakan peralatan optik dengan syarat kondisi udara dan cuaca cukup baik.

  • Peta ini dibuat dan hanya berlaku untuk daerah 60° Lintang Utara sampai 60° Lintang Selatan.

 


Peta Ketinggian Hilal di Wilayah Indonesia

 

Tanggal Rukyatul Hilal :

Sabtu, 6 November 2010 @ sunset ( Kriteria Danjon/MABIMS )

 

 

Diagram ketinggian di atas hanya berlaku untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

 


Prediksi Awal Bulan Menurut Berbagai Kriteria

1. Menurut Kriteria Rukyat Hilal ( Limit Danjon )

Visibilitas pada hari rukyat (6/11/10) mustahil hilal dapat disaksikan walaupun menggunakan peralatan optik yang dilengkapi dengan pemandu posisi Bulan sekalipun. Menurut Kriteria Danjon hilal baru dapat disaksikan jika sudut elongasi Bulan terhadap Matahari minimal sebesar 7. Berdasarkan kriteria ini maka awal Zulhijjah 1431 H akan jatuh pada: Senin, 8 November 2010 sehingga Idul Adha jatuh pada Rabu, 17 November 2010.

Namun jika hari itu ada yang "mengklaim" dapat menyaksikan hilal apalagi hanya dengan menggunakan mata telanjang, maka kesaksian ini wajib ditolak karena jelas-jelas bertentangan kaidah keilmuan dan hukum sunatullah.

 

 

2. Menurut Kriteria Hisab Imkanur Rukyat

Pemerintah RI melalui pertemuan Menteri-menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) menetapkan kriteria yang disebut Imkanur Rukyah yang dipakai secara resmi untuk penentuan awal bulan bulan pada  Kalender Islam negara-negara tersebut yang menyatakan :  

Hilal dianggap terlihat  dan keesokannya ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah berikutnya apabila memenuhi salah satu syarat-syarat berikut:

(1)· Ketika Matahari terbenam, ketinggian Bulan di atas horison tidak kurang dari 2° dan

(2). Jarak lengkung Bulan-Matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3°. Atau 

(3)· Ketika Bulan terbenam, umur Bulan tidak kurang dari 8 jam selepas konjungsi/ijtimak berlaku. 

 

Menurut Peta Ketinggian Hilal di atas pada hari pertama ijtimak semua syarat Imkanurrukyat MABIMS tidak terpenuhi. Dengan demikian  awal bulan jatuh pada : Senin, 8 November 2010 sehingga Idul Adha jatuh pada Rabu, 17 November 2010.

 

3. Menurut Kriteria Hisab Wujudul Hilal

Kriteria Wujudul Hilal dalam penentuan awal bulan Hijriyah  menyatakan  bahwa : "Jika setelah terjadi ijtimak, bulan terbenam setelah terbenamnya matahari maka malam itu  ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah tanpa melihat berapapun sudut ketinggian bulan saat matahari terbenam". Berdasarkan posisi hilal saat matahari terbenam di beberapa bagian wilayah Indonesia maka syarat wujudul hilal sudah terpenuhi.  Maka awal bulan ditetapkan jatuh pada : Minggu, 7 November 2010 sehingga Idul Adha jatuh pada Selasa, 16 November 2010.

 

Tahun ini organisasi Muhammadiyah sebagai salah satu penganut Hisab Wujudul Hilal telah menyampaikan pengumuman secara resmi bahwa Idul Adha 1431 H jatuh pada hari Selasa, 16 November 2010.

 

4. Menurut Kriteria Kalender Hijriyah Global

Universal Hejri Calendar (UHC) merupakan Kalender Hijriyah Global usulan dari Komite Mawaqit dari Arab Union for Astronomy and Space Sciences (AUASS) berdasarkan hasil Konferensi Ke-2 Atronomi Islam di Amman Jordania pada tahun 2001. Kalender universal ini membagi wilayah dunia menjadi 2 region sehingga sering disebut Bizonal Hejri Calendar. Zona Timur meliputi  180° BT ~ 20° BB sedangkan Zona Barat meliputi 20° BB ~ Benua Amerika. Adapun kriteria yang digunakan tetap mengacu pada visibilitas hilal (Limit Danjon).

 

Pada hari pertama ijtimak zone Timur dan Barat belum masuk dalam kriteria Limit Danjon. Dengan demikian awal bulan di masing-masing zona akan jatuh pada :

Zona Timur :  Minggu, 7 November 2010

Zona Barat :  Senin, 8 November 2010

 

5. Menurut Kriteria Rukyat Hilal Saudi

Kurangnya pemahaman terhadap perkembangan dan modernisasi ilmu falak yang dimiliki oleh para perukyat sering menyebabkan terjadinya kesalahan identifikasi terhadap obyek yang disebut "Hilal" baik yang "sengaja salah" maupun yang tidak disengaja. Klaim terhadap kenampakan hilal oleh seeorang atau kelompok perukyat pada saat hilal masih berada di bawah "limit visibilitas" atau bahkan saat hilal sudah di bawah ufuk sering terjadi.  Sudah bukan berita baru lagi bahwa Saudi kerap kali melakukan istbat terhadap laporan rukyat yang "kontroversi".

Kalender resmi Saudi yang dinamakan "Ummul Qura" yang telah berkali-kali mengganti kriterianya hanya diperuntukkan sebagai kalender untuk kepentingan non ibadah. Sementara untuk ibadah Saudi tetap menggunakan rukyat hilal sebagai dasar penetapannya. Sayangnya penetapan ini sering hanya  berdasarkan pada laporan rukyat dari seseorang "awam" tanpa terlebih dahulu melakukan klarifikasi dan konfirmasi terhadap kebenaran laporan tersebut apakah sudah sesuai dengan kaidah-kaidah sains astronomi modern yang diketahui memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi.

 

Diagram ketinggian Hilal di Mekkah pada hari  ijtimak.

 

Menurut Kalender Ummul Qura' :

Kalender ini digunakan Saudi bagi kepentingan publik non ibadah. Kriteria yang digunakan adalah "Telah terjadi ijtimak dan bulan terbenam setelah matahari terbenam di Makkah" maka sore itu dinyatakan sebagai awal bulan baru. Pada hari pertama ijtimak/konjungsi kondisinya sudah memenuhi syarat. Dengan demikian awal bulan Zulhijjah 1431 H akan jatuh pada : Minggu, 7 November 2010.

 

Menurut Kriteria Rukyatul Hilal Saudi :

Rukyatul hilal digunakan Saudi khusus untuk penentuan bulan awal Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah. Kaidahnya sederhana "Jika ada laporan rukyat dari seorang atau lebih pengamat/saksi yang dianggap jujur dan bersedia disumpah maka sudah cukup sebagai dasar untuk menentukan awal bulan tanpa perlu perlu dilakukan uji sains terhadap kebenaran laporan tersebut". Belakangan wacana ini akhirnya dinamakan "hilal syar'i" artinya sah secara Hukum Syariah walaupun secara sains mustahil.

Pada hari ijtimak di Makkah (6/11/10) mustahil hial dapat disaksikan di Makkah, maka awal bulan Zulhijjah 1431 H. jatuh pada: Senin, 8 November 2010 sehingga Idul Adha jatuh pada Rabu, 17 November 2010.

Namun demikian kemungkinan besar akan ada klaim keberhasilan rukyat dan diterima oleh otoritas Saudi sehingga  1 Zulhijjah 1431 H di Saudi akan jatuh pada : Minggu, 7 November 2010 dan Hari Arafah jatuh pada Senin, 15 November 2010 serta Idul Adha jatuh pada Selasa, 16 November 2010.

Tahun-tahun sebelumnya seperti 1423, 1425, 1426 dan 1427 "klaim rukyat" saat posisi hilal mustahil secara astronomis dirukyat selalu diterima oleh otoritas Pemerintah Saudi, termasuk diperkirakan tahun ini juga Saudi akan menerima "klaim rukyat" sehingga penetapan Idul Adha 1431 H akan jatuh pada hari Selasa, 16 November 2010 yang juga akan diikuti oleh sebagian masyarakat yang menggunakan kriteria "rukyat global" diantaranya organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

6. Kriteria Awal Bulan Negara-negara Lain

 

Seperti kita ketahui secara resmi Indonesia bersama Malaysia, Brunei dan Singapura lewat pertemuan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) telah menyepakati sebuah kriteria bagi penetapan awal bulan Komariyahnya yang dikenal dengan "Kriteria Imkanurrukyat MABIMS" yaitu umur bulan > 8 jam, tinggi bulan > 2° dan elongasi > 3°.

Menurut catatan Moonsighting Committee Worldwide ternyata penetapan awal bulan ini berbeda-beda di tiap-tiap negara. Ada yang masih teguh mempertahankan rukyat bil fi'li ada pula yang mulai beralih menggunakan hisab atau kalkulasi. Berikut ini beberapa gambaran penetapan awal bulan Komariyah yang resmi digunakan di beberapa negara :

  • Rukyatul Hilal berdasarkan kesaksian Perukyat/Qadi serta pengkajian ulang terhadap hasil rukyat.     Antara lain masih diakukan oleh negara : Banglades, India, Pakistan, Oman, Maroko dan Trinidad.

  • Hisab dengan kriteria bulan terbenam setelah Matahari dengan  diawali ijtimak terlebih dahulu (moonset after sunset). Kriteria ini digunakan oleh  Saudi Arabia pada kalender Ummul Qura namun khusus untuk Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah menggunakan pedoman rukyat.

  • Mengikuti Saudi Arabia misalnya negara : Qatar, Kuwait, Emirat Arab, Bahrain, Yaman dan Turki, Iraq, Yordania, Palestina, Libanon dan Sudan.

  • Hisab bulan terbenam minimal 5 menit setelah matahari terbenam dan terjadi setelah ijtimak  digunakan oleh Mesir.

  • Menunggu berita dari negeri tetangga --> diadopsi oleh Selandia Baru  mengikuti  Australia dan Suriname mengikuti negara Guyana.

  • Mengikuti negara Muslim yang pertama kali berhasil rukyat  --> Kepulauan Karibia

  • Hisab dengan kriteria umur bulan, ketinggian bulan atau selisih waktu terbenamnya bulan dan matahari --> diadopsi oleh Algeria, Tuki dan Tunisia.

  • Ijtimak Qablal Fajr atau terjadinya ijtimak sebelum fajar  diadopsi oleh negara Libya.

  • Ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam di Makkah dan bulan terbenam sesudah matahari terbenam di Makkah --> diadopsi oleh komunitas muslim di Amerika Utara dan Eropa

  • Nigeria dan beberapa negara lain tidak tetap menggunakan satu kriteria dan berganti dari tahun ke tahun

  • Menggunakan Rukyat : Namibia, Angola, Zimbabwe, Zambia, Mozambique, Botswana, Swaziland dan Lesotho.

  • Jamaah Ahmadiyah, Bohra, Ismailiyah serta beberapa jamaah lainnya masih menggunakan hisab urfi. 

Sebagian kecil penganut aliran seperti  Jamaah An Nadzir Gowa, Naqsabandiyah Padang, Naqsyabandiyah Khalidiyah Jombang Jatim,  dan Sattariyah Medan. serta beberapa kelompok masyarakat yang menggunakan hisab urfi kemungkinan dapat berbeda dengan penetapan pemerintah.

 

 


Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Indonesia

 

Tanggal Rukyatul Hilal :

Jumat, 8 Oktober 2010 @ sunset ( Kriteria Danjon/MABIMS )

 

 

DOWNLOAD LAPORAN RUKYATUL HILAL

 


Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Internasional

Original Site : http://icoproject.org  by Mohd. Odeh - Jordania

 

 

Original Site : http://moonsighting.com  by Dr. Monzur Ahmed

 

 

Original Site : http://www.hilalsighting.org/  by  Dr. Salman Shaikh

 

[ Ke Atas ]

 

00:00:00

KOMENTAR


 


SPONSOR

 

The image “http://www.serambi.co.id/themes/3D-Fantasy/images/srmb_top_01.gif” cannot be displayed, because it contains errors.

The Realistic Planetarium Software

Dealer Teleskop Vixen Indonesia

PENGUNJUNG

WEB BROWSER

Copyright © 2009 Rukyatul Hilal Indonesia (RHI)   |  Semua tulisan dalam situs ini bebas disunting dengan menyebutkan sumber dan penulisnya. | Admin: Mutoha Arkanuddin