default
Rukyatul hilal penentuan awal Zulhijjah 1447 H digelar di POB Syekh Belabelu dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag DIY, Ahmad Bahiej, bersama tim Badan Hisab Rukyat (BHR) DIY, akademisi, organisasi masyarakat (ormas) Islam, serta perwakilan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).Dihadiri Ulama InternasionalAda yang istimewa pada pelaksanaan rukyat kali ini. Acara ini turut dihadiri oleh tamu mancanegara, yaitu Shaykh Noor dari Australian Federation of Islamic Councils (AFIC) National Shariah Board. Kehadiran ulama asal Brisbane, Australia tersebut memperlihatkan bahwa POB Syekh Belabelu kini semakin dikenal luas, bukan sekadar tempat pemantauan lokal, melainkan juga pusat edukasi ilmu falak internasional.
Proses Teknis dan Hasil Pengamatan. Pemaparan Astronomis: Tim BMKG DIY memberikan paparan awal mengenai posisi hilal secara teoretis berdasarkan hisab kontemporer. Pengamatan Lapangan dipimpin oleh Mutoha Arkanuddin ketua BAdan HIsab Rukyat (BHR) Daerah Istimewa Yogyakarta : Petugas pengamat menggunakan teleskop canggih yang tersedia di fasilitas POB untuk membidik posisi hilal tepat setelah matahari terbenam.Verifikasi: Meluruskan niat bersama demi menjaga ukhuwah serta memberikan layanan kepastian ibadah terbaik bagi umat Islam.Berdasarkan laporan teknis, data hasil perhitungan serta pantauan di lokasi dikirimkan secara real-time ke pusat sebagai bahan pertimbangan Sidang Isbat. Secara nasional, melalui konvergensi metode hisab dan rukyat di seluruh wilayah Indonesia, Pemerintah akhirnya resmi menetapkan bahwa 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, yang berarti Hari Raya Iduladha (10 Zulhijah) akan diperingati bersama pada Rabu, 27 Mei 2026.
