Sanduq Yawaqit yang dalam Bahasa Arab: صندوق اليواقيت, secara harfiah berarti “Kotak Safir” adalah instrumen astronomi multifungsi (kompendium) . Instrumen ini dibuat pada abad ke-14 (tepatnya sekitar tahun 767 H / 1365–1366 M) oleh astronom dan penentu waktu terkenal Ibnu Shatir saat ia sudah berusia 60 tahun. Ia bertugas sebagai penjaga waktu (mawaqit) di Masjid Umayyah di Damaskus. Perangkat ini mewakili lompatan signifikan dalam rekayasa astronomi Islam, menggabungkan beberapa instrumen menjadi satu unit portabel. Penelitian menunjukkan bahwa salinan manuskrip asli yang menjelaskan instrumen tersebut sangat langka, dengan fragmen atau risalah yang diketahui ditemukan di pusat-pusat sejarah seperti Damaskus dan Kairo. Sanduq Yawaqit dirancang sebagai perangkat astronomi portabel yang menyatukan berbagai fungsi dalam satu kotak tembaga yang kompak, sehingga memungkinkan penggunanya untuk melakukan observasi di mana saja tanpa terikat pada satu lokasi geografis.
Anatomi dan Komponen Alat
Sanduq Yawaqit memiliki bentuk dasar berupa kotak persegi panjang yang ringkas sebesar gemnggaman tangan dengan ukuran 12 centimeter pada setiap sisinya dengan tinggi 3 centimeter sehingga mudah dibawa (portabel). Struktur utamanya terdiri dari Kotak (صندوق) yang merupakan wadah utama yang menampung seluruh mekanisme dan peralatan internal. Secara umum alat ini harus ditempatkan menghadap ke arah Utara pada sisi kedua engselnya atau saat terbuka bukaaannya menghadap Selatan. Bagian atas yaitu Penutup (الغطاء) yang merupakan bagian yang memiliki engsel pada kedua sisinya sehingga dapat dibuka dan ditutup. Pada bagian penutup ini di permukaan luarnya terdapat pahatan skala melingkar dengan garis-garis lengkung dan angka-angka jamali yang diyakini sebagai horizon untuk lintang-lintang kota dunia dan horizon khusus untuk Damaskus. Di permukaan ini juga terdapat alidade (العضادة) batang penggaris yang dapat berputar dan dilengkapai dengan 2 pelat lobang pengintai (ثقبة). Di permukaan ini juga terdapat pahatan tulisan pesan, nama pembuat dan waktu pembuatan.
للخزانة السعيدة بالإشارة العالية السيدية المخدومية السيفية الكافلية منكلي بغا الإشرافي الشمسي نائب السلطة المعظمة بالشام أعز الله أنصاره تصنيف علي بن الشاطر الموقت سنة ٧٦٧
“Untuk perpustakaan mulia, atas perintah yang mulia, pelayan setia, Sayf ad-Dīn, yang diberi tugas penuh, Mankalī Bughā al-Ashrafī al-Shamsī, wakil sultan yang agung di Syam, semoga Allah menolongnya. Disusun oleh Ibn asy-Syathir, penjaga waktu, pada tahun 767 H”
Sementara di sisi lain penutup (bagian dalam) terdapat juga pahatan yang berisi informasi tentang nama alat, pembuat dan waktu pembuatan.
صندوق اليواقيت الجامع لأعمال المواقيت صنعه وابتكره علي بن إبراهيم ابن الشاطر الموقت بالحامع الأموي عفا الله عنه سنة ٧٦٧
“Sanduq al-Yawāqīt, yang menghimpun perangkat untuk mengetahui waktu-waktu salat, dibuat dan dikreasikan oleh ‘Ali bin Ibrāhīm bin asy-Syathir, penjaga waktu di Masjid Umayyah, semoga Allah mengampuninya, pada tahun 767 H”. Di bawah penutup terdapat pelat persegi yang dapat digeser (المجر) dimana pahatan pada bidang ini secara umum terbagi atas 2 bagian yaitu Jam Matahari Horizontal / Horizontal Sundial (بسيطة آفاقية) yang berada di sisi Utara lengkap dengan gnomon kecilnya (شَخْص) yang menghasilkan bayangan baik untuk penentuan waktu zuhur, ashar maupun waktu-waktu lokal. Di sisi lain sebelah Selatan terdapat lingkaran tanda mihrab untuk mengetahui arah kiblat lengkap dengan derajat dalam dalam angka jamali serta nama kota yang dapat diukur menggunakan instrument tersebut. Nama kota ini meliputi Baghdad, Basra, Fars, Kerman, India Aleppo, Damaskus, Gaza, Kairo, dan Mesir Hulu. Sementara untuk mengetahui arah Utara dipasang kompas di atas jarum penumpu (مسمار) yang berada di persimpangan antara garis Timur dan Barat dan garis Tengah Hari yang mengarah ke Utara Selatan. Saat kotak ditutup, baik gnomon maupun kompas dimasukkan di dalam kotak. Lobang di sisi Selatan digunakan untuk menarik pelat masuk dan keluar.
Pelat Penutup (الغطاء) atau disebut sebagai Bidang Khatulistiwa Langit (سطح معدل النهار) berupa pelat dengan penampang kotak persegi. Terbuat dari tembaga dan di bagian bawahnya lainnya terdapat dua pin engsel (مفصل / قطب) yang menonjol dari kedua sisi kanan dan kiri. Engsel ini memungkinkan pelat penutup dapat dibuka penuh sehingga penutupnya dapat berdiri tegak. Jika penutup ditutup akan sejajar dengan horizon tepat di atas permukaan pelat geser.
Tanda pada penutup ini mencakup lingkaran lengkap yang dibagi oleh dua diameter yang berpotongan di sebuah titik yang merupakan pusat lingkaran kutub khatulistiwa langit, dan di mana terdapat lubang tempat sumbu alidade. Garis pertama dinamakan Garis Lintang yaitu garis mendatar yang sejajar dengan horizon ketika penutup dibuka, yang juga disebut garis Timur-Barat. Garis kedua, adalah garis bujur atau disebut meridian posisinya naik-turun tegak-lurus dengan garis lintang. Sedangkan sisa garis ini ke bawah disebut garis tengah langit bawah atau meridian di bawah horizon.
Lingkaran ini dibagi oleh dua diameter menjadi empat kuadran, masing-masing berukuran sama 90 ° atau 6 jam. Setiap jamnya (15°) dibagi menjadi lima bagian yang masing-masing berukuran 3°, yang merupakan derajat khatulistiwa langit. Angka-angka derajat ditulis dengan huruf jamali dengan pasangan 15-180, 30-165, 45-150, 60-135, 75-120 dan 90-105 berakhir di garis Timur-Barat.
Di dalam lingkaran ini di bawah garis Timur-Barat terdapat beberapa busur berjumlah 15 yang ujungnya bertemu di dua titik timur dan barat, dipotong di kedua sisinya oleh kuadran kecil karena khawatir garis-garisnya akan berimpit. Busur ini dinamakan horizon untuk umumnya kota-kota (الآفاق لغالب البلاد), dan nomor lintangnya ditulis di kedua sisi meridian untuk busur-busur yang berada di antara 30° dan 60°. Di atas garis Timur-Barat terdapat satu busur yang merupakan cakrawala garis lintang Damaskus, 33:30°.
Alidade (العضادة) atau penggaris bawah (مسطرة سفلى) dimana terdapat lubang-lubang di kedua sisinya. Di tengahnya terdapat lubang seukuran sumbu ekuator langit dan lidah (لسان ) di kedua ujungnya yang melewati pembagian ekuator langit yang digambar pada penutup atas. Pada kedua ujung penggaris ini terdapat dua pembidik (الهدفة) yang berdiri tegak lurus terhadap alidade dan sejajar satu sama lain. Di tengah salah satu dari dua pembidik ini (الهدفة) terdapat lubang yang lebar di bagian belakang dan sempit di bagian dalam untuk lewat sinar Matahari memasuki titik yang disebut pembidik atas (الهدفة العليا) dan jatuh di pembidik bawah (الهدفة السفلى).

Di pelat penutup juga terdapat sebuah lobang kecil di sisi atas tepat di garis meridian yang ketika pelat ditutup tepat berada di titik gnomon di pelat geser ketika dibalik posisinya. Dalam prakteknya kemungkinan lobang ini untuk membidik Matahari sehingga jatuh tepat di Sundial. Kemungkinan kedua fungsi lobang ini adalah untuk lewat jam gnomon sehingga saat ditutup gnomon tidak terganjal.
Jam Matahari Universal pada pelat geser hanya bisa bekerja dengan memiringkan pelat geser sesuai lintang tempat. Oleh sebab itu alat ini dilerngkapi penyangga yang bisa diatur kemiringannya sesuai dengan lintang tempat pengamatan. Oleh sebab itu untuk menjaga stabilitas saat pelat geser dimiringkan bersama kotanya ada mekanisme penyangga menggunakan batang/jarum penunjuk (صفيحة طويلة / شظية) yang kepalanya lancip. Tujuannya adalah agar ketika penutupnya diangkat atau diturunkan ke garis lintang tertentu di lubang yang tertulis di sisi kanan/barat kotak dapat stabil. Garis lintang tersebut adalah: Mekah 21°30’ – Madinah (Tayba) 24°40’ – Kairo 30°0’ – Yerusalem 32° – Damaskus 33°30’ dan Aleppo 36°. Di samping setiap nama garis lintang ini terdapat lubang di sisi kotak tempat kepala kaki tersebut dipasang sedemikian rupa sehingga penutup akan miring sebesar garis lintang lokasi tersebut. Lubang-lubang ini dibuat berdekatan dengan nama-nama garis lintang tertentu untuk memudahkan akan skala garis lintang yang dibutuhkan untuk kota tertentu.

Fungsi dan Kegunaan Alat
Menentukan Arah Kiblat: Alat ini dilengkapi dengan kompas dan tabel koordinat kota-kota penting, memungkinkan penggunanya menentukan arah Kiblat dari berbagai wilayah. Adapun nama kota yang sudah tertera di alat ini masing-masing: Nama kota ini meliputi Baghdad, Basra, Fars, Kerman, India Aleppo, Damaskus, Gaza, Kairo, dan Mesir Hul.
Mengetahui Waktu Shalat : Secara khusus alat ini dapat digunakan untuk menentukan waktu shalat Zuhur dan shalat Ashar dengan menggunakan bayangan Matahari yang jatuh di Sundial.
Mengukur ketinggian benda langit: Menggunakan alidade pengintai dan memanfaatkan daial pada lingkaran horizon pengukuran terhadap ketinggian benda-benda langit seperti bintang dan planet dapat dilakukan. Adapun untuk pengukuran ketinggian Matahari cukup menghadapkan alidade ke arah Matahari dan diamati bayangan yang jatuh dari pembidik atas ke pembidik bawah.
