|

Artikel :
MENGHITUNG ARAH KIBLAT &
MENGUKUR ARAH KIBLAT
Sriyatin Shadiq Al Falaky
Arah Kiblat dan
Segitiga Bola
Kata Arah Kiblat, dua kata ini yang akan
dicari formulasi dan hitungan penentuannya. Kata arah berarti jurusan,
tujuan dan maksud,
yang lain memberi arti jarak terdekat
yang diukur melalui lingkaran besar pada permukaan bumi,
dan yang lain artinya jihad, syathrah dan azimuth.
Sedangkan kata Kiblat berarti Kabah yang terletak di dalam Masjidil
Haram kota Mekah. Para ulama sepakat menghadap ke arah kiblat merupakan
syarat sahnya shalat, maka kaum muslimin wajib menghadap ke arah kiblat dalam
melakukan ibadah shalat. Dengan demikian arah kiblat adalah suatu arah
(kiblat di Mekah) yang wajib dituju oleh umat Islam ketika ibadah shalat.
QS. Al Baqarah (2) ayat 142,
143, 144, 145,148, dan 149
Sabda Nabi SAW :
Artinya : Kabah (Baitullah)
adalah kiblat bagi orang-orang di masjidil haram, masjidil haram adalah kiblat
bagi orang-orang penduduk tanah haram (Mekah), dan tanah haram (Mekah) adalah
kiblat bagi semua umatku di bumi, baik di barat maupun di timur. ( HR. Al
Baihaqi dari Abu Hurairah).
Arah kota Mekah yang terdapat
Kabah (sebagai kiblat kaum muslimin) dapat diketahui dari setiap titik di
permukaan bumi ini berada pada permukaan bola bumi, maka untuk menentukan arah
kiblat dapat dilakukan dengan menggunakan Ilmu Ukur Segitiga Bola (Spherical
Trigonometri). Penghitungan dan pengukuran dilakukan dengan derajat sudut
dari titik kutub utara, dengan menggunakan alat bantu mesin hitung atau
kalkulator.
Untuk perhitungan arah kiblat,
ada 3 buah titik yang harus dibuat, yaitu :
1.
Titik A, diletakkan di Kabah
(Mekah)
2.
Titik B, diletakkan di lokasi tempat
yang akan ditentukan arah kiblatnya.
3.
Titik C, diletakkan di titik kutub
utara.
Titik A dan titik C adalah dua
titik yang tetap (tidak berubah-ubah), karena titik A tepat di Kabah (Mekah)
dan titik C tepat di kutub utara (titik sumbu), sedangkan titik B senantiasa
berubah, mungkin berada di sebelah utara equator dan mungkin pula berada di
sebelah selatannya, tergantung pada tempat mana yang akan ditentukan arah
kiblatnya.

Bila ketiga titik tersebut
dihubungkan dengan garis lengkung pada lingkaran besar, maka terjadilah segitiga
bola ABC, seperti gambar di bawah ini. Titik A adalah posisi Kabah (Mekah),
titik B adalah posisi lokasi tempat/kota, dan titik C adalah kutub utara/titik
sumbu.
Ketiga sisi
segitiga ABC di samping ini diberi nama dengan huruf kecil dengan nama sudut
didepannya (dihadapannya). Sisi BC dinamakan sisi a, karena berada di depan/
berhadapan dengan sudut A. Sisi CA dinamakan sisi b, karena berada di
depan/berhadapan dengan sudut B. Sisi AB dinamakan sisi c, karena berada di
depan/berhadapan dengan sudut C. Atau sudut di antara sisi b dan sisi c
dinamakan sudut A, sudut di antara sisi c dan sisi a dinamakan sudut B, dan
sudut di antara sisi a dan sisi b dinamakan sudut C. Sudut-sudut itu dihitung
dengan derajat sudut.
Gambar di atas, dapatlah
diketahui bahwa yang dimaksud dengan perhitungan arah kiblat adalah suatu
perhitungan untuk mengetahui berapa besar nilai sudut B, yakni sudut yang diapit
oleh sisi a dan sisi c.
Pembuatan gambar segitiga bola
seperti di atas sangat berguna untuk membantu menentukan nilai sudut arah kiblat
bagi suatu tempat dipermukaan bumi ini dihitung/diukur dari suatu titik arah
mataangin ke arah mataangin lainnya, misalnya diukur dari titik Utara ke Barat
(U-B), atau diukur searah jarum jam dari titik Utara (UTSB).
Untuk perhitungan arah
kiblat, hanya diperlukan dua data tempat : 1). data lintang dan bujur Kabah
(Mekah)
f
= 21o 25 LU dan λ = 39o 50 BT. 2). Data lintang tempat
dan bujur tempat lokasi/kota yang akan dihitung arah kiblatnya. Sedangkan data
lintang dan bujur tempat lokasi/kota yang akan dihitung arah kiblatnya dapat
diambil dari taqwim/daftar/peta/buku yang tersedia lintang dan bujur tempatnya
serta dari GPS (global positioning system).
Data dan Rumus Arah Kiblat yang
Digunakan
a.
Data yang Digunakan :
|
NO |
INDONESIA |
ARAB |
INGGRIS |
SIMBOL |
|
1 |
lintang tempat |
عرض البلد |
latitude |
phi =
f |
|
2 |
bujur tempat |
طول البلد |
longitude |
lambda =
λ |
b. Data lintang dan bujur
Kabah (kota Mekah) yaitu :
1).
f
lintang Kabah (kota Mekah)
f
= 21o 25 LU
2). λ bujur Kabah (kota Mekah)
λ = 39o 50 BT
c. Rumus yang digunakan :
1). Rumus arah kiblat
Cotan B = Cotan b Sin a - Cos
a Cotan C
Sin C
2). Rumus bantu
Sisi a (a) = 90o
ftp
Sisi b (b) = 90o
fmk
b = 90o 21o 25
= 68o 35 (tetap)
Sisi C (c) = λtp λmk
Keterangan :
tp = lintang/bujur tempat, dan mk =
lintang/bujur Mekah
Contoh Perhitungan Arah Kiblat
Pertanyaan : Hisablah/hitunglah arah
kiblat kota Jakarta.
Jawab :
- Data yang diketahui :
a. Lintang tempat kota Mekah (f
mk ) = 21o 25 LU
Bujur tempat kota Mekah (λ
mk) = 39o 50 BT
b. Lintang tempat kota Surabaya (f
tp ) = - 7o 15 LS
Bujur tempat kota Surabaya (λ tp
) = 112o 45 BT
- Langkah-langkah yang harus ditempuh :
a. Dicari dulu dengan rumus bantu :
a = 90o
f
tp
b = 90o
f
mk
C = λtp - λ mk
Harga yang didapat :
a = 90o (- 7o
15) = 97o 15
b = 90o - 21o
25 = 68o 35 (tetap)
C =112o 45 - 39o
50 = 72o 55
b. Data dimasukkan dalam rumus arah
kiblat
Cotan B = Cotan b Sin a
- Cos a Cotan C
Sin C
Cotan B = Cotan 68o 35
Sin 97o 15 - Cos 97o 15 Cotan 72o 55
Sin 72o 55
- Pijat tombol kalkulator secara
berurutan sesuai dengan typenya:
a. Casio fx 120, 124, 130
68o 35 Tan 1/x x 97o
15 Sin = : 72o 55 Sin = - 97o 15 Cos x 72o
55 Tan 1/x = 1/x Inv Tan Inv o 65o 58 14.97 U - B
atau 24o 01 45.03 B U, dan Azimut kiblat 2924o 01
45.03 UTSB.
b. Casio fx 3600, 3800, 3900, 4100
68o 35 Tan Inv 1/x x 97o
15 Sin = : 72o 55 Sin = - 97o 15 Cos x 72o
55 Tan Inv 1/x = Inv 1/x Inv Tan Inv o 65o 58 14.97
U - B atau 24o 01 45.03 B U, dan Azimut kiblat 294o
01 45.03 UTSB.
c. Karce-131 Scientific, Casio fx 350 MS
SVPAM, 4000 P , 4500 P , 5000 P.
1 / Tan 68o 35 x Sin 97o
15 / Sin 72o 55 Exe - Cos 97o 15 x 1 / Tan 72o
55 Exe x-1 Exe Shift Tan Ans Exe Shift o65o
58 14.97 U - B atau 24o 01 45.03 B U, dan Azimut kiblat 294o
01 45.03 UTSB.
Keterangan :
1. U-B :
diukur dari titik Utara ke arah Barat
2. B-U :
diukur dari titik Barat ke arah Utara
3. UTSB :
diukur dari titik Utara se arah jarum jam (Utara - Timur - Selatan Barat)
4. a. tanda
/ bisa diganti : b. tanda Exe bisa diganti = c. tanda x-1 dipijat
shift (
- Pembuktian : Jarak terdekat arah
kiblat dari tempat lokasi ke Kabah (Mekah).
Jika λ = 00o 00 s.d 39o
50 BT, maka C = 39o 50 - λ
Jika λ = 39o 50 s.d 180o
00 BT, maka C = λ - 39o 50
Jika λ = 00o 00 s.d 140o
10 BB, maka C = λ + 39o 50
Jika λ = 140o 10 s.d 180o
00 BB, maka C = 320o 10 - λ
a. ke arah barat : 112o 45
- 39o 50 = 72o 55
b. ke arah timur : 180o +
(180o 72o 55) = 180o + 107o 05
= 287o 05
c. Lingkaran sudut busur derajat = 72o
55 + 287o 05 = 360o.
d. 1o = 4 = 110 km : 72o
55 x 111 km = 8093,75 km ( ke arah barat) dan 287o 05 x 111 km =
31866,25 km ( ke arah timur).
e. Jarak terdekat arah kiblat kota
SURABAYA menghadap ke barat serong ke utara (ke kanan), karena kota SURABAYA
berada di sebelah selatan garis equator/khatulistiwa (f
= - 7o 15 LS), sedang Kabah (Mekah) berada di sebelah utara garis
equator/khatulistiwa (f
= 21o 25 LU).
Gambar Arah
Kiblat

Program Arah Kiblat
a. Aplikasi program ARAH KIBLAT
dengan menggunakan Scientific Calculator Casio FX-4500PA
AC MODE EXP -
KIBLAT EXE - F1 L1
Q = tan-1 (1/(cos P
tan 21o 25/ sin (B - 39o50) - sin P/tan (B-39o50))):
AKIBLAT=QΔ AKIBLAT=90-QΔAAZKIBLAT= 360-QΔ EXE
b. Cara penggunaannya :
AC FILE KIBLAT EXE P? -7o15
EXE B? 112o 45 EXE SHIFT o KIBLAT = 65o
58 14.97 EXE SHIFT o
KIBLAT = 24o 01 45.03 EXE SHIFT
o AZKIBLAT = 294o
0145.03
Hak Penyuntingan dan Penyiaran diperbolehkan dengan menyebut Sumber dan
Penulisnya
|