| Home | Sekilas | Vibilitas | Hisab-Rukyat | Kalender | Gerhana | JadwalShalat | Kiblat | Artikel | Links | Galeri | Software | Tamu |

 

 

HISAB - RUKYAT - VISIBILITAS HILAL

Syafar 1427 Hijriyah

■■■■■■■  IJTIMAK (KONJUNGSI) AKHIR MUHARRAM 1427 H  ■■■■■■■ 

Selasa, 28 Februari 2006  - 07:31WIB / 08:31WITA / 09:31WIT / 00:31UT

 

Visibilitas (kenampakan) Hilal pada Selasa, 28 Februari 2006 selepas matahari terbenam di beberapa Wilayah Indonesia seperti ditunjukkan pada gambar peta di bawah yang dibuat menggunakan Occurate Times (Kriteria Odeh) dan  MoonCalc  (Kriteria Yallop/Shaukat), seperti dijelaskan berikut ini.

 

OCCURATE TIMES VERSI 5.1  © Mohammad Odeh

 

1. Adalah sangat tidak mungkin untuk daerah yang berada di bawah arsiran warna merah dapat menyaksikan hilal, sebab pada saat itu hilal  terbenam lebih dulu sebelum matahari atau ijtimak lokal (topocentric conjunction) terjadi setelah matahari terbenam.

2. Daerah yang berada pada area tak berarsiran juga sangat besar kemungkinan tidak dapat menyaksikan hilal walaupun menggunakan peralatan optik (binokuler/teropong) sekalipun, sebab kedudukan hilal masih sangat rendah ( <6° ) dan terang cakram bulan masih terlalu kecil sehingga cahaya hilal tidak mungkin teramati.

3. Hilal baru mungkin dapat teramati menggunakan peralatan optik pada area di bawah arsiran warna biru.

4. Lokasi yang berada pada daerah di bawah arsiran warna ungu hanya dapat menyaksikan hilal menggunakan peralatan optik sedangkan untuk melihat langsung dengan mata diperlukan kondisi cuaca yang sangat cerah dan ketelitian pengamatan.

5. Hilal dengan mudah dapat disaksikan pada area di bawah arsiran warna hijau baik menggunakan mata langsung maupun terlebih menggunakan peralatan optik dengan syarat kondisi udara dan cuaca cukup baik.

6. Peta ini dibuat hanya berlaku untuk daerah 60° Lintang Utara sampai 60°Lintang Selatan.

 

@ Peta Visibilitas Hilal : Selasa, 28 Februari 2006

 

 

MOONCALC VERSI 6.0 ©Dr. Monzur Ahmed

 

1. Daerah tak berarsiran adalah daerah yang tidak mungkin dapat menyaksikan hilal pada hari ijtimak/konjungsi selepas matahari terbenam.

2. Daerah berarsiran paling tipis paling kanan, hilal hanya dapat disaksikan dengan bantuan peralatan optik.

3. Daerah berarsiran lebih tebal di sebelah kirinya memerlukan peralatan optik untuk membantu mencari lokasi hilal.

4. Daerah berarsiran lebih tebal lagi, hilal dapat disaksikan langsung dengan mata telanjang terlebih peralatan optik jika kondisi udara dan cuaca sangat cerah.

5. Daerah berarsiran paling tebal adalah daerah yang dapat menyaksikan hilal dengan mudah walaupun tanpa bantuan peralatan optik.

6. Arsiran warna kuning umur bulan 15-20 jam, warna ungu 20-25 jam, warna merah 25-30 jam, warna biru 30-35 jam dan warna hijau umur bulan 30-45 jam dihitung selepas ijtimak/konjungsi.

7. Peta ini dibuat hanya berlaku untuk daerah 60°Lintang Utara sampai 60° Lintang Selatan.

@ Peta Visibilitas Hilal Dunia menurut Monzur Ahmed. Hilal baru mungkin hanya dapat teramati  ketika matahari telah terbenam 5°di bawah horison (l.k. 20 menit) setelah sunset.

 

SELASA, 28 FEBRUARI 2006

TABEL POSISI BULAN SAAT SUNSET UNTUK BERBAGAI KOTA DI INDONESIA

Tanggal Pengamatan : Selasa, 28 Februari 2006 @ sunset

Ijtimak / Konjungsi Geosentrik terjadi pada : 28 Februari 2006 - 07:31WIB / 08:31WITA / 09:31WIT / 00:31UT

KETERANGAN :

1.  Letak Geografis : N=North (Lintang Utara) ; S=South (Lintang Selatan) ; E=East (Bujur Timur) ; W=West (Bujur Barat).

2. Tinggi diukur di atas permukaan laut.

3.  Sunset = matahari terbenam ; Sun-Az = azimuth matahari ; Moon-Az = azimuth bulan ; Moon-Alt = altitude/tinggi bulan.

4.  Moon-Elong = elongasi bulan thd matahari (+)=miring Utara ; (-)=miring Selatan  ;  Moon-Age = umur bulan saat sunset.

5.  Moonset = bulan terbenam.  Moon-Sun Azimuth= jarak azimuth bulan-matahari.  (+)=miring Utara (-)=miring Selatan.

6.  Moon Illumination=menyatakan % luas muka bulan menghadap bumi yang terkena cahaya matahari.

7.  Data lokasi geografis digenerate dari World Atlas Encarta 2006  dan data bulan & matahari dari  Starrynight Pro 5.8.2 .

 

NO

NAMA KOTA

  LETAK  GEOGRAFIS   TINGGI

SUNSET

MOONSET SUN AZIMUTH

MOON AZIMUTH

MOON-SUN AZIMUTH

MOON ALTITUDE

MOON ELONG

MOON AGE

MOON  ILLUM
1

Banda Aceh

05°32'N - 095°19'E

100 m 18:51 WIB

19:16 WIB

262°08' 262°30'

+00°22'

05°08'

05°54'

11h20m

0,3%

2

Medan

03°35'N - 098°40'E

100 m 18:39 WIB

19:03 WIB

262°07' 262°41'

+00°34'

05°01' 05°47'

11h08m

0,3%
3

Padang

00°57'S - 100°21'E

100 m 18:35 WIB

18:58 WIB

262°04' 263°09'

+01°05'

04°55' 05°45'

11h04m

0,3%
4

Pekanbaru

00°33'N - 101°26'E

100 m 18:29 WIB

18:53 WIB

262°05' 262°58'

+00°53'

04°54' 05°42'

10h58m

0,3%
5

Bengkulu

03°48'S - 102°15'E

100 m 18:29 WIB

18:52 WIB

262°00' 263°24'

+01°24'

04°48' 05°49'

10h58m

0,3%
6

Jambi

01°35'S - 103°36'E

100 m 18:22 WIB

18:45 WIB

262°03' 263°09'

+01°06'

04°48' 05°38'

11h01m

0,3%
7

Palembang

02°59'S - 104°45'E

100 m 18:18 WIB

18:41 WIB

262°24' 263°15'

+00°51'

04°44' 05°36'

10h47m

0,3%
8

Tanjungkarang

05°26'S - 105°01'E

100 m 18:17 WIB

18:40 WIB

261°57' 263°28'

+01°31'

04°40' 05°37'

10h46m

0,3%

9

Jakarta

06°10'S - 106°49'E

100 m 18:12 WIB

18:34 WIB

261°56' 263°30'

+01°34'

04°36' 05°33'

10h41m

0,3%
10

Bandung

06°54'S - 107°36'E

100 m 18:09 WIB

18:31 WIB

261°55' 263°33'

+01°38'

04°34' 05°32'

10h38m

0,3%
11

Pontianak

00°01'S - 109°20'E

100 m 17:58 WIB

18:21 WIB

262°04' 262°52'

+00°48'

04°37' 05°24'

10h27m

0,3%

12

Yogyakarta

07°47'S - 110°22'E 

100 m 17:58 WIB

18:20 WIB

261°53' 263°33'

+01°40'

04°28' 05°27'

10h27m

0,3%
13

Semarang

06°58'S - 110°25'E

100 m 17:58 WIB

18:20 WIB

261°54' 263°29'

+01°35'

04°29' 05°26'

10h27m

0,3%
14

Surabaya

07°14'S - 112°44'E

100 m 17:49 WIB

18:10 WIB

261°53' 263°29'

+01°36'

04°23' 05°21'

10h18m

0,3%
15

Palangkaraya

02°12'S - 113°55'E

100 m 17:41WITA

18:03WITA

262°01' 262°59'

+00°58'

04°27' 05°15'

10h10m

0,3%
16

Banjarmasin

03°19'S - 114°34'E

100 m

18:39WITA

19:00WITA

262°00' 263°04'

+01°04'

04°23' 05°14'

10h08m

0,3%
17

Denpasar

08°39'S - 115°13'E

100 m 17:39 WIB

18:01 WIB

261°50' 263°30'

+01°40'

04°17' 05°16'

10h08m

0,3%
18

Mataram

08°35'S - 116°08'E

100 m 18:36WITA

18:57WITA

261°51' 263°28'

+01°37'

04°16' 05°14'

10h05m

0,3%
19

Balikpapan

01°15'S - 116°50'E

100 m

18:29WITA

18:50WITA

262°02' 262°50'

+00°48'

04°21' 05°08'

09h58m

0,3%
20

Samarinda

00°29'S - 117°10'E

100 m

18:27WITA

18:48WITA

262°03' 262°48'

+00°45'

04°21' 05°07'

09h56m

0,3%
21

Makassar

05°09'S - 119°23'E

100 m 18:21WITA

18:42WITA

261°57' 263°08'

+01°11'

04°14' 05°04'

09h50m

0,3%
22

Palu

00°53'S - 119°50'E

100 m 18:18WITA

18:39WITA

262°03' 262°45'

+00°42'

04°17' 05°02'

09h47m

0,3%
23

Kendari

03°57'S - 122°35'E

100 m 18:07WITA

18:28WITA

261°59' 262°57'

+00°58'

04°08' 04°57'

09h36m

0,3%
24

Kupang

10°10'S - 123°35'E

100 m 18:07WITA

18:27WITA

261°47' 263°24'

+01°37'

04°00' 04°58'

09h36m

0,3%
25

Manado

01°29'N - 124°50'E

100 m 17:55WITA

18:16WITA

262°04' 262°26'

+00°22'

04°06' 04°49'

09h24m

0,3%
26

Ambon

03°42'S - 128°09'E

100 m 18:45 WIT

19:05 WIT

261°59' 262°49'

+00°50'

03°58' 04°44'

09h14m

0,3%
27

Jayapura

02°32'S - 140°42'E

100 m 17:54 WIT

18:12 WIT

262°00' 262°28'

+00°28'

03°34' 04°16'

08h23m

0,3%

Data diurut berdasarkan posisi Longitude (Bujur) dimulai dari arah Barat.

  

Simulasi posisi bulan seperti terlihat dari lokasi pengamatan hilal Pantai Parangkusumo Yogyakarta. Posisi tersebut tidak jauh berbeda dengan lokasi-lokasi lain di Indonesia.

 

Kapan Awal Bulan Shafar 1427 Hijriyah Mulai...?

 

■■■■■■■■■  MENURUT KRITERIA RUKYATUL HILAL ■■■■■■■■■ 

 Melihat lokasi Indonesia menurut peta kedua krtiteria di atas, terlihat bahwa semua wilayah Indonesia bisa dikatakan tidak mungkin hilal dapat disaksikan pada Selasa, 28 Februari 2006. Berdasarkan  peninjauan tersebut jika Indonesia menganut prinsip Rukyatul Hilal dalam sistem Kalender Hijriyah maka tanggal 1 Shafar 1427 Hijriyah Insya Alloh akan jatuh pada :

 Kamis 2 Maret 2006

( Penentuan ini masih menunggu laporan Rukyatul Hilal dari  Pos-pos Pengamatan Hilal Indonesia )

 

■■■■■■■■■  MENURUT KRITERIA IMKANUR RUKYAT  ■■■■■■■■■ 

 Pemerintah RI melalui pertemuan Menteri-menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) menetapkan kriteria yang disebut Imkanur Rukyah yang dipakai secara resmi untuk penentuan awal bulan bulan pada kalender yang menyatakan :  “Hilal dianggap terlihat  dan keesokannya ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah berikutnya apabila memenuhi salah satu syarat-syarat berikut: (1)· Ketika matahari terbenam, ketinggian bulan di atas horison tidak kurang daripada 2° dan jarak lengkung bulan-matahari (sudut elongasi) tidak kurang daripada 3°. Atau  (3)· Ketika bulan terbenam, umur bulan tidak kurang daripada 8 jam selepas ijtimak berlaku.  Menurut Tabel Posisi Bulan terlihat bahwa semua tempat di wilayah Indonesia telah memenuhi kriteria Imkanur Rukyah baik ketinggian bulan (moon-alt), sudut elongasi (moon-elo) maupun umur bulan saat matahari terbenam (moon-age). Berdasarkan hal tersebut maka tanggal 1 Shafar 1427 H akan jatuh pada :

Rabu, 1 Maret 2006

 

■■■■■■■■■  MENURUT KRITERIA WUJUDUL HILAL ■■■■■■■■■

 Bagi para penganut kriteria Wujudul Hilal dalam penentuan awal bulan Hijriyah  menyatakan  bahwa : "Jika setelah terjadi ijtimak, bulan terbenam setelah terbenamnya matahari maka malam itu  ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah tanpa melihat berapapun sudut ketinggian bulan saat matahari terbenam. Berdasarkan hal tersebut tanggal 1 Shafar 1427 Hijriyah akan jatuh pada hari :

Rabu, 1 Maret 2006

 

 

Laporan Rukyatul Hilal Indonesia

Shafar 1427 Hijriyah

Kegiatan Rukyat : Selasa, 28 Februari 2006

 

 

  • Yogyakarta : Walaupun posisi hilal kali ini belum memenuhi syarat untuk dirukyat, serta cuaca mendung yang sangat menggangu Tim Rukyat JAC mencoba mencari lokasi rukyat di sekitar Kampus UNY dan akhirnya Tim menemukan  lokasi di Lantai 3 Gedung MIPA UNY. Setelah menunggu sampai saat sunset ternyata hujan tidak kunjung reda, akhirnya  sunsetpun tidak nampak apalagi hilal. Namun demikian dilaporkan dari beberpa negara Timur Tengah, Amerika dan Afrika hilal dapat terlihat.

  • Surabaya : hujan, hilal tidak terlihat

  • Jakarta : mendung, hilal tidak terlihat

  • Kebumen : mendung, hilal tidak terlihat

 

 

 

Laporan Rukyatul Hilal Internasional

Shafar 1427 Hijriyah

 

 

 

 

 

Original Site : http://icoproject.org  by Mohd. Odeh - Jordania

 

Original Site : http://moonsighting.com  by Dr. Monzur Ahmed

Original Site : http://Hilal-Sighting.com  by Dr.Mohib.N.DURRANI  

 

 

 

[ Ke Atas ]

 

Tahun 1427 Hijriyah

| Muharram | Shafar | Rabiul Awal | Rabiul Akhir | Jumadil Awal | Jumadil Akhir | Rajab| Syaban | Ramadhan | Syawal | Zulqaidah | Zulhijjah |

 

 

Oleh:  Mutoha - Anggota BHR DIY - koord. Jogja Astro Club (JAC)  - Member  Islamic Crescent's Observation Project (ICOP)

 " Menuju Obsesi Lahirnya Sistem Tunggal Penanggalan Islam di Indonesia "

Milis :  http://groups.yahoo.com/group/rukyatulhilal/

Kunjungan : 

sejak 1 Muharram 1427 H