|
| Home | Sekilas | Vibilitas | Hisab-Rukyat | Kalender | Gerhana | JadwalShalat | Kiblat | Artikel | Links | Galeri | Software | Tamu | |
|
|
|
|
|
Visibilitas Hilal Bulan Zulhijjah Tahun 1428 H
|||||||| Muharram | Shafar | Rabiul Awal | Rabiul Akhir | Jumadil Awal | Jumadil Akhir | Rajab| Syaban | Ramadhan | Syawal | Zulqaidah | Zulhijjah ||||||||
Isi halaman ini : Ijtimak / Konjungsi Awal Bulan Zulhijjah 1428 H Peta Ketinggian Hilal di Wilayah Indonesia Prediksi Awal Bulan Zulhijjah menurut Berbagai Kriteria Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Indonesia Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Internasional
Ijtimak / Konjungsi Awal Bulan Zulhijjah 1428 H Senin, 10 Desember 2007 Pukul 00:42 WIB / 01:42 WITA / 02:42 WIT Minggu, 9 Desember 2007 Pukul 17:42 GMT
Visibilitas (kenampakan) Hilal pada hari terjadinya Ijtimak selepas matahari terbenam di seluruh dunia khususnya kawasan Indonesia ditunjukkan pada gambar peta di bawah. Peta visibilitas mengacu pada Kriteria Odeh yang mengadopsi Limit Danjon sebesar 6° yaitu syarat ketinggian hilal agar terlihat dengan mata telanjang. Kriteria tersebut dikemas dalam sebuah software Accurate Times yang menjadi acuan pembuatan peta visibilitas ini.
Grafis dibuat dengan Coreldraw X3
|
|
Peta Ketinggian Hilal di Wilayah Indonesia Zulhijjah 1428 H
Tanggal Rukyatul Hilal : Minggu, 9 Desember 2007 @ sunset ( Resmi Pemerintah ) Senin, 10 Desember 2007 @ sunset ( Kriteria Danjon )
Peta Ketinggian Hilal di Yogyakarta pada Minggu 9/12 saat matahari terbenam.
Peta Ketinggian Hilal di Yogyakarta pada Senin 10/12 saat matahari terbenam.
GARIS KETINGGIAN HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM DI INDONESIA |

DATA LENGKAP KETINGGIAN HILAL KOTA-KOTA DI INDONESIA (VERSI BMG)
Data hilal saat matahari terbenam awal bulan Dzulhijjah 1428 H (9 Desember 2007)
Data hilal saat matahari terbenam awal bulan Dzulhijjah 1428 H (10 Desember 2007)
|
Garis ketinggian hilal di wilayah Indonesia pada hari kedua Ijtimak menunjukkan variasi ketinggian hilal berkisar antara 4,5° sampai 6,5° diatas ufuk saat matahari terbenam di masing-masing lokasi. Mengacu pada limit visibilitas Danjon, rukyat di Indonesia pada hari tersebut cukup berpeluang untuk dapat menyaksikan hilal karena sudah di atas limit Danjon . |
|
|
|
Prediksi Awal Bulan Menurut Berbagai Kriteria Zulhijjah 1428 H
|
||
| 1. Menurut Kriteria Rukyat Hilal ( Limit Danjon )
Selasa, 11 Desember 2007 Sehingga Pelaksanaan : Wukuf di Arafah ( 9 Zulhijjah 1428 H ) adalah Rabu, 19 Desember 2007 Hari Raya Idul Adha ( 10 Zulhijjah 1428 H ) adalah Kamis, 20 Desember 2007
( Penentuan ini masih menunggu laporan dari Pos-pos Rukyatul Hilal Indonesia )
|
||
|
2. Menurut Kriteria Imkanur Rukyat
Hilal dianggap terlihat dan keesokannya ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah berikutnya apabila memenuhi salah satu syarat-syarat berikut: (1)· Ketika matahari terbenam, ketinggian bulan di atas horison tidak kurang dari 2° dan (2). Jarak lengkung bulan-matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3°. Atau (3)· Ketika bulan terbenam, umur bulan tidak kurang dari 8 jam selepas ijtimak berlaku.
Menurut Peta Ketinggian Hilal terlihat bahwa seluruh wilayah Indonesia posisi hilal berada di bawah ufuk saat matahari terbenam di masing-masing lokasi pada hari terjadinya ijtimak sehingga syarat imkanurrukyat tidak terpenuhi. Berdasarkan hal tersebut maka tanggal 1 Zulhijjah 1428 H jatuh pada :
Selasa, 11 Desember 2007 Sehingga Pelaksanaan : Wukuf di Arafah ( 9 Zulhijjah 1428 H ) adalah Rabu, 19 Desember 2007 Hari Raya Idul Adha ( 10 Zulhijjah 1428 H ) adalah Kamis, 20 Desember 2007
|
||
|
3. Menurut Kriteria Wujudul Hilal
Selasa, 11 Desember 2007 Sehingga Pelaksanaan : Wukuf di Arafah ( 9 Zulhijjah 1428 H ) adalah Rabu, 19 Desember 2007 Hari Raya Idul Adha ( 10 Zulhijjah 1428 H ) adalah Kamis, 20 Desember 2007
4. Menurut Kriteria Kalender Hijriyah Global
Zona Timur : Selasa, 11 Desember 2007
Zona Barat : Selasa, 11 Desember 2007
Sehingga Pelaksanaan : Wukuf di Arafah ( 9 Zulhijjah 1428 H ) adalah Rabu, 19 Desember 2007 Hari Raya Idul Adha ( 10 Zulhijjah 1428 H ) adalah Kamis, 20 Desember 2007
5. Menurut Kriteria Rukyat Hilal Saudi
Kasus Idul Adha 1424 H yang lalu merupakan salah satu contoh. Bahkan baru-baru ini Saudi juga mengklaim dapat menyaksikan hilal Sya'ban pada 14 September 2007 saat hilal baru berumur sekitar 4 jam selepas ijtimak. Namun demikian keputusan Saudi taat diikuti oleh rakyatnya bahkan banyak diikuti juga oleh negara-negara lain termasuk sebagian masyarakat Indonesia. Kalender resmi Saudi yang dinamakan "Ummul Quro" telah berkali-kali mengganti kriterianya. Ironisnya banyak istbat penentuan awal bulan justru tidak menggunakan kriteria kalender ini. Sulitnya merumuskan kriteria berdasarkan "klaim rukyat" ini karena kriteria rukyatul hilal yang dipakai Saudi hanya mendasarkan pada laporan rukyat dari seseorang tanpa terlebih dahulu melakukan klarifikasi dan konfirmasi terhadap laporan tersebut. Hanya dengan mengucapkan syahadah maka laporan tersebut sah adanya begitu tuntunan syariatnya. Berdasarkan laporan-laporan klaim rukyat tersebut semakin nampak jelas bahwa kriteria awal bulan yang digunakan oleh Saudi lebih mengarah kepada kriteria "Ijtimak Qablal Ghurub" yaitu ".. jika ijtimak terjadi sebelum waktu maghrib maka esoknya adalah bulan baru tanpa mengindahkan faktor-faktor yang lain misalnya ketinggian hilal saat terbenamnya matahari ..". Dengan menggunakan acuan ini maka bulan Zulqaidah di istikmal menjadi 30 hari sehingga penetapan tanggal 1 Zulhijjah 1428 H di Saudi akan jatuh pada :
Selasa, 11 Desember 2007
( Ijtimak Bakdal Ghurub ) Di Saudi pada Minggu, 9 Desember 2007 ghurub terjadi pada pukul 17:39 Waktu Makkah sedangkan Ijtimak terjadi pada pukul 20:42 Waktu Makkah. Tinggi hilal -5°15' di bawah ufuk saat matahari terbenam.
Sehingga Pelaksanaan : Wukuf di Arafah ( 9 Zulhijjah 1428 H ) adalah Rabu, 19 Desember 2007 Hari Raya Idul Adha ( 10 Zulhijjah 1428 H ) adalah Kamis, 20 Desember 2007
Senin, 10 Desember 2007
Jika Arab Saudi Klaim Rukyat pada 9 Desember 2007 Dengan dalih mempertahan "syar'i" dalam rukyatul hilal seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. Saudi kerap kali menerima kesaksian rukyat dengan mengindahkan kaidah-kaidah sains mengenai kemungkinan "human error" dalam laporan tersebut. Kasus Idul Adha kali ini merupakan salah satu contoh "error" Saudi dalam pelaksanaan rukyat hilal, dengan diterimanya laporan rukyat pada 9 Desember 2009 saat bulan sudah berada di bawah ufuk di Saudi sehingga 1 Zulhijjah jatuh pada Senin, 10 Desember 2007.
Sehingga Pelaksanaan : Wukuf di Arafah ( 9 Zulhijjah 1428 H ) adalah Selasa, 18 Desember 2007 Hari Raya Idul Adha ( 10 Zulhijjah 1428 H ) adalah Rabu, 19 Desember 2007
6. Kriteria Awal Bulan Negara Lain
Seperti kita ketahui secara resmi Indonesia bersama Malaysia, Brunei dan Singapura lewat pertemuan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) telah menyepakati sebuah kriteria bagi penetapan awal bulan Komariyahnya yang dikenal dengan "Kriteria Imkanurrukyat MABIMS" yaitu umur bulan > 8 jam, tinggi bulan > 2° dan elongasi > 3°. Menurut catatan Moonsighting Committee Worldwide ternyata penetapan awal bulan ini berbeda-beda di tiap-tiap negara. Ada yang masih teguh mempertahankan rukyat bil fi'li ada pula yang mulai beralih menggunakan hisab atau kalkulasi. Berikut ini beberapa gambaran penetapan awal bulan Komariyah yang resmi digunakan di beberapa negara :
1. Rukyatul Hilal berdasarkan kesaksian Perukyat/Qadi serta pengkajian ulang terhadap hasil rukyat. Antara lain masih diakukan oleh negara : Banglades, India, Pakistan, Oman, Maroko dan Trinidad
2. Hisab dengan kriteria bulan terbenam setelah Matahari dengan diawali ijtimak terlebih dahulu (moonset after sunset) Kriteria ini digunakan oleh Saudi Arabia pada kalender Ummul Qura namun khusus untuk Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah menggunakan pedoman rukyat.
3. Mengikuti Saudi Arabia misalnya negara : Qatar, Kuwait, Emirat Arab, Bahrain, Yaman dan Turki, Iraq, Yordania, Palestina, Libanon dan Sudan.
4. Hisab bulan terbenam minimal 5 menit setelah matahari terbenam dan terjadi setelah ijtimak digunakan oleh Mesir.
5. Menunggu berita dari negeri tetangga --> diadopsi oleh Selandia Baru mengikuti Australia dan Suriname mengikuti negara Guyana.
6. Mengikuti negara Muslim yang pertama kali berhasil rukyat --> Kepulauan Karibia
7. Hisab dengan kriteria umur bulan, ketinggian bulan atau selisih waktu terbenamnya bulan dan matahari --> diadopsi oleh Algeria, Tuki dan Tunisia.
8. Ijtimak Qablal Fajr atau terjadinya ijtimak sebelum fajar diadopsi oleh negara Libya.
9. Ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam di Makkah dan bulan terbenam sesudah matahari terbenam di Makkah --> diadopsi oleh komunitas muslim di Amerika Utara dan Eropa
10. Nigeria dan beberapa negara lain tidak tetap menggunakan satu kriteria dan berganti dari tahun ke tahun
11. Menggunakan Rukyat : Namibia, Angola, Zimbabwe, Zambia, Mozambique, Botswana, Swaziland dan Lesotho.
11. Jamaah Ahmadiyah, Bohra, Ismailiyah serta beberapa jamaah lainnya masih menggunakan hisab urfi.
|
||
|
Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Indonesia Zulhijjah 1428 H
Tanggal Rukyatul Hilal : Minggu, 9 Desember 2007 @ sunset ( Resmi Pemerintah ) Senin, 10 Desember 2007 @ sunset ( Kriteria Danjon )
DOWNLOAD LAPORAN RUKYATUL HILAL
|
||
|
Minggu, 9 Desember 2007 @ sunset (Mustahil pada hari ini ada hilal terlihat)
Senin, 10 Desember 2007 @ sunset Yogyakarta : Today is the 2nd day crescent observation. From Bela-belu Hill near Yogyakarta, with groups from Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama Organization about 20 persons we have observed the crescent for determining the first day of Zulhijjah 1428 AH. According the astronomical calculation at our location, sunset 17:48 LT ; moonset 18:23 LT ; moon alt 6,5° and moon-sun elong 8,2°. The western sky was cloudy cause the crescent was not sighted.
Surakarta (Solo) :
Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Internasional Zulhijjah 1428 H
|
||
|
Original Site : http://icoproject.org by Mohd. Odeh - Jordania
|
||
|
Original Site : http://moonsighting.com by Dr. Monzur Ahmed |
|